MALANG KOTA-RADAR MALANG - Dua hari setelah insiden di Stasiun Bekasi Timur, perjalanan kereta api mulai berangsur-angsur normal. Termasuk yang keberangkatan maupun kedatangan di Stasiun Malang. Bahkan pada libur panjang pekan ini, KAI Daop 8 Surabaya mencatat ada 4.566 penumpang.
Sebagai informasi terjadi kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April. Kecelakaan itu melibatkan KRL Commuter Line PLB 5568A relasi Kampung Bandan-Cikarang dan relasi KA Argo Bromo Anggrek PLB 4B relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di KM 28+920.
Tragedi itu menyebabkan perjalanan kereta di berbagai daerah yang melintasi Stasiun Bekasi Timur terhambat. Termasuk dari Kota Malang. KAI Daop 8 mencatat KA Matarmaja (Malang–Pasar Senen) dan KA Gajayana (Malang–Gambir) mengalami keterlambatan. Itu terjadi karena menunggu kesiapan rangkaian kereta yang terdampak insiden.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono menyampaikan, meskipun insiden tersebut terjadi di luar wilayah operasional Daop 8, KAI secara menyeluruh telah melakukan langkah-langkah antisipatif. Hal itu untuk memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api tetap terjaga.
”Untuk perjalanan kereta api akhirnya berangsur normal mulai Kamis (30/4),” katanya. Di sisi lain, memasuki periode long weekend dalam rangka Hari Buruh Nasional pada 1 Mei, KAI Daop 8 Surabaya mencatat adanya peningkatan signifikan pada volume pemesanan tiket kereta api di Stasiun Malang. (mel/gp)
Editor : Galih R Prasetyo