Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Merajut Harapan di Antara Dua Pilar Ekonomi Nasional

A. Nugroho • Jumat, 1 Mei 2026 | 11:37 WIB
Merajut Harapan di Antara Dua Pilar Ekonomi Nasional
Merajut Harapan di Antara Dua Pilar Ekonomi Nasional

 

Artikel ini ditulis oleh: Gajayana 3

Hilirisasi Industri dan Sektor Padat Karya Menjadi Landasan Menuju Indonesia Emas 2045

Di sudut pabrik sigaret kretek tangan (SKT) kawasan Sukun, Malang, ribuan ibu rumah tangga terus menjadi penggerak pilar ekonomi padat karya. Sementara di Morowali, Sulawesi Tengah, deru mesin pengolah nikel dan puluhan ribu pekerja menggerakkan ambisi hilirisasi nasional. Dua potret ini menjadi latar krusial menjelang Hari Buruh Internasional untuk menggeser paradigma lama yang konfrontatif menuju kolaborasi produktif.


Hilirisasi di Morowali dan ketangguhan industri SKT di Malang adalah strategi nyata pemerintah untuk menjauh dari jebakan negara pendapatan menengah (middle income trap). Keduanya terintegrasi tegak lurus dengan visi Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045, yang berfokus tajam pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan keberlanjutan industrialisasi.


Pemerintah hadir dan memposisikan diri sebagai penengah: kesejahteraan buruh mustahil terwujud tanpa industri yang sehat, dan industri takkan tangguh tanpa perlindungan pekerja yang adil. Sinergi ini nyata terlihat di Malang melalui pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), yang dialokasikan langsung untuk jaminan kesehatan dan pelatihan kerja buruh.
Sebagai kota yang menyatukan industri, akademisi, dan birokrasi, Malang merepresentasikan bahwa tantangan ke depan bukan lagi pertikaian horizontal kelas pekerja melawan pemilik modal, melainkan persaingan global. Gerakan buruh harus dibingkai ulang sebagai mitra strategis pembangunan.


Peringatan Hari Buruh tahun ini adalah ajakan sunyi untuk menanggalkan ego sektoral. Bersama kita pastikan bahwa setiap tetes keringat di lantai pabrik benar-benar menjadi bahan bakar kemajuan bangsa, mewujudkan Indonesia yang tidak hanya emas di atas kertas, namun sejahtera di akar rumput. (*)

Editor : A. Nugroho
#padat karya #ekonomi #hari buruh #buruh