MALANG — Setelah Kota Malang resmi diakui UNESCO sebagai bagian dari jaringan City of Media Arts, berbagai pelaku kreatif, komunitas, seniman, dan pegiat teknologi kreatif mulai bergerak membangun langkah nyata untuk menghadirkan identitas tersebut secara lebih hidup dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satunya melalui peresmian Malang Media Art Community (MMAC) sebagai ruang kolaborasi baru bagi perkembangan ekosistem media art Kota Malang.
Peresmian MMAC menjadi momentum awal lahirnya gerakan kolektif yang menghubungkan komunitas visual, video mapping, immersive art, audio visual performance, teknologi kreatif, hingga talenta muda lintas disiplin dalam satu ekosistem kreatif yang terbuka dan berkelanjutan.
Momentum ini juga menjadi bagian dari rangkaian program “Road to Malang Menyala”, sebuah gerakan aktivasi kota berbasis media art yang akan menghadirkan berbagai kegiatan kolaboratif di ruang publik, kampus, sekolah, komunitas, hingga kawasan kreatif di Kota Malang.
Sebagai bagian dari rangkaian Road to Malang Menyala, hari ini digelar aktivitas publik di Taman Bola Spiral, Sabtu 9 Mei 2025 pukul 18.00–21.00 WIB. Kegiatan ini menghadirkan pertunjukan video mapping, live visual performance, audio visual experience, serta ruang interaksi kreatif yang terbuka bagi masyarakat umum sebagai bentuk awal aktivasi ruang kota melalui pendekatan media art.
Aktivitas ini menjadi langkah nyata bagaimana seni, teknologi, dan ruang publik dapat saling terhubung dan menghadirkan pengalaman baru bagi masyarakat Kota Malang.
Acara yang turut menghadirkan penampilan Fisal, Wara Valerie, dan DJ Rizzba ini menjadi simbol awal bagaimana media art mulai hadir bukan hanya sebagai tontonan, tetapi sebagai medium untuk membangun pengalaman kolektif, mengaktifkan ruang publik. Tak hanya itu, acara ini jugam empertemukan masyarakat dengan perkembangan seni dan teknologi kreatif secara lebih dekat.
Dalam kesempatan tersebut, Danar Tri Yudistira selaku perwakilan Malang Media Art Community (MMAC) menyampaikan bahwa Road to Malang Menyala bukan sekadar rangkaian event, tetapi merupakan langkah awal membangun fondasi ekosistem media art Kota Malang secara nyata dan berkelanjutan.
“Malang sudah mendapatkan pengakuan sebagai City of Media Arts. Sekarang tantangannya adalah bagaimana status itu benar-benar hidup di tengah masyarakat dan bisa dirasakan secara nyata. Karena media art bukan hanya tentang visual, tetapi tentang bagaimana ruang, teknologi, budaya, dan manusia bisa saling terhubung,” ujarnya.
Danar Tri juga menyampaikan bahwa saat ini dirinya tengah aktif menjalankan program DIPA MediArt bersama Universitas Brawijaya dalam bidang inkubasi, pelatihan, dan pengembangan talenta media art. Program tersebut diharapkan menjadi bagian dari penguatan sumber daya manusia kreatif yang terintegrasi dengan komunitas, ruang kota, dan kebutuhan perkembangan industri kreatif ke depan.
Melalui kolaborasi lintas komunitas bersama MCF (Malang Creative Fusion), dukungan Pemerintah Kota Malang dalam program aktivasi ruang publik, serta pengembangan talenta bersama universitas dan sekolah-sekolah, MMAC berharap Road to Malang Menyala dapat menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem media art Kota Malang yang aktif, inklusif, berkelanjutan, dan benar-benar dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
MMAC percaya bahwa kota kreatif tidak dibangun hanya dari label atau seremoni semata, tetapi dari keberanian menghadirkan ruang kolaborasi, memberi panggung bagi talenta lokal, serta menghidupkan ruang kota melalui pengalaman kreatif yang terus tumbuh bersama masyarakatnya.
Melalui Road to Malang Menyala, MMAC berharap gerakan ini dapat menjadi titik awal lahirnya ekosistem media art Kota Malang yang lebih hidup, terbuka, dan berkelanjutan. Sebuah langkah bersama untuk menghadirkan media art bukan hanya sebagai pertunjukan visual, tetapi sebagai bagian dari identitas kota, ruang publik, dan pengalaman kolektif masyarakat.
Malang Media Art Community. Activating the City. Growing the Ecosystem. Building the Future of Media Art.
Editor : A. Nugroho