MALANG KOTA-RADAR MALANG - Meningkatnya suhu di Kota Malang belakangan ini tidak boleh diabaikan. Pemkot Malang mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dampaknya. Diharapkan, lebih memantau kondisi tubuh saat beraktivitas di luar ruangan, khususnya pada pukul 10.00 ke atas.
Pemkot Malang melihat, kondisi cuaca itu berpotensi memicu heatstroke. Di mana, kondisi tubuh mengalami peningkatan suhu secara drastis, hingga mencapai 40 derajat Celsius atau bahkan lebih. Gejala yang dialami misalnya pusing, sakit kepala, hingga mual dan muntah. Saat kondisi memburuk, seseorang bisa kejang sampai pingsan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Husnul Muarif mengimbau masyarakat melakukan beberapa tindakan. Bagi warga yang dominan beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan alat pelindung. Seperti payung agar tubuh tak terpapar langsung sinar matahari.
Selain itu, masyarakat juga diminta memastikan asupan cairan tubuh terjaga. Dengan mengonsumsi air mineral minimal 2,5 liter sampai 3 liter per hari. Meskipun tak merasakan rasa haus, pemenuhan kebutuhan cairan wajib diperhatikan.
”Jika seseorang mengalami dehidrasi dan ditambah suhu udara yang panas, akan lebih rentan terkena heatstroke,” ujarnya. Menurutnya, peningkatan suhu tubuh secara drastis mampu berdampak pada kesehatan. Karena jantung akan bekerja lebih cepat memompa darah. Hingga akhirnya memicu pecahnya pembuluh darah, dan berdampak munculnya penyakit stroke.
”Masyarakat tidak boleh acuh terhadap cuaca panas. Terutama mereka yang memiliki penyakit darah tinggi dan diabetes melitus,” kata Husnul. Perlu adanya antisipasi untuk mencegah situasi darurat terjadi. Umumnya, proses dehidrasi tak terlihat secara langsung. (adk/gp)
Editor : Galih R Prasetyo