Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kejar Piala Adipura, Pemkot Malang Gandeng Warga dan Pelaku Usaha

Andika Satria Perdana • Selasa, 12 Mei 2026 | 17:09 WIB
SEMUA HARUS BERPERAN: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat (tiga dari kiri) memberikan penghargaan kepada perwakilan Hotel Santika sebagai pelaku uasaha pendukung Adipura. (ANDIKA SATRIA PERDANA / RADAR MALANG)
SEMUA HARUS BERPERAN: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat (tiga dari kiri) memberikan penghargaan kepada perwakilan Hotel Santika sebagai pelaku uasaha pendukung Adipura. (ANDIKA SATRIA PERDANA/RADAR MALANG)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Usaha baru ditunjukkan untuk menyabet Piala Adipura tahun ini. Di tengah keterbatasan anggaran, Pemkot Malang mengajak pelaku usaha untuk berpartisipasi lewat CSR. Seperti dilakukan dalam rangkaian HUT Kota Malang ke-112 bertajuk ’Malang Kota Bersih, Menuju Piala Adipura’ di Gedung Malang Creative Center (MCC), kemarin (11/5). 

Di sela-sela acara, beberapa pihak menyampaikan dukungannya untuk lingkungan. Terutama dalam hal penanganan sampah. Seperti ditunjukkan Rumah Sakit (RS) Hermina dengan menyumbang dua kontainer truk sampah. Kemudian PT Arta Asia Putra melakukan revitalisasi TPS Wilis. 

Bantuan lainnya berupa penambahan tempat sampah, bibit tanaman dan revitalisasi taman. Dalam penilaian Adipura tahun 2025 lalu, Kota Malang sedikit mengalami penurunan nilai.

Yakni hanya memperoleh predikat menuju kota bersih. Secara nasional, Kota Malang masuk urutan ketujuh. Sedangkan di Provinsi Jatim, menduduki peringkat kedua. 

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengapresiasi bantuan dari pihak swasta untuk penanganan sampah. Menurut dia, persoalan sampah memang menjadi tanggung jawab bersama. Tidak hanya pemerintah, namun juga pelaku usaha. ”Kita harus bergerak bersama mewujudkan kembali Adipura,” kata dia. 

Wahyu menambahkan, masih ada beberapa catatan penting dalam upaya memperoleh Piala Adipura. Salah satunya yakni kurangnya gerakan masif dari masyarakat Kota Malang dalam penanganan sampah.

”Saya instruksikan kepada camat dan lurah untuk meningkatkan kesadaran pemilahan sampah. Perlu peran masyarakat yang aktif untuk itu,” tutur Wahyu. 

Direktur Penanganan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Melda Mardalina menekankan, penilaian Adipura memang berbeda sejak 2025 lalu. Jika sebelumnya penilaian hanya dilakukan pada aspek fisik, kali ini KLH menekankan perlunya peran aktif masyarakat. 

”Kalau penilaian fisik, saat tim meninjau semuanya dibersihkan. Jadi tidak organik,” tegasnya. Melda menambahkan, penilaian lainnya yakni pengolahan sampah. Jika volume sampah yang masuk TPA masih tinggi, sebuah daerah akan sulit mendapatkan Adipura. 

Sehingga perlu program penanganan sampah dari hilir. Salah satunya yakni pemilahan sampah. Kesadaran harus dimulai dari rumah tangga hingga tingkat kecamatan. ”Harus ada gerakan khusus untuk pemilahan sampah. Saya belum melihat itu di Kota Malang,” pungkasnya. (adk/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
#adipura 2026 #Wali Kota Malang #malang hari ini #wahyu hidayat #Pemkot Malang