Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tingkat Penghunian Kamar Hotel di Kota Malang Mulai Meningkat sampai 35 Persen

Nahdiatul Affandiah • Rabu, 13 Mei 2026 | 14:42 WIB
PERKEMBANGAN POSITIF: Resepsionis Ascent Premiere Hotel and Convention (kanan) memberi kunci kamar kepada salah satu pengunjung hotel, beberapa waktu lalu. (foto: Darmono)
PERKEMBANGAN POSITIF: Resepsionis Ascent Premiere Hotel and Convention (kanan) memberi kunci kamar kepada salah satu pengunjung hotel, beberapa waktu lalu. (foto: Darmono)

 MALANG KOTA -RADAR MALANG- Kinerja sektor perhotelan di Kota Malang mulai stabil. Satu indikasinya, angka Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bulan Maret yang mencapai 35,22 persen. Naik  0,08 poin secara month-to-month (mtm) dibanding Februari 2026. Sementara itu TPK hotel secara year-on-year (yoy) naik 8,24 poin dibanding Maret 2025.

 Tren peningkatan itu terjadi bersamaan momen Lebaran 2026 pada pertengahan Maret. Kondisi ekonomi masyarakat saat itu belum sepenuhnya pulih. Namun TPK tetap meningkat signifikan saat Lebaran hingga okupansi mencapai 80 persen.

 ”Saat itu ada tiga peristiwa besar, Lebaran Idul Fitri, Hari Raya Imlek, dan Kejuaraan Cabang Malang Orado Cup 2026,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Umar Sjaifuddin. Untuk itu, okupansi hotel bintang secara yoy naik 13,53 poin. Sementara hotel non bintang baik mtm maupun yoy masing-masing naik 1,46 dan 7,67 poin.

 Untuk rata lama menginap tamu, Kota Malang berada di angka 1,31 hari. Dengan didominasi tamu Nusantara sebanyak 97,69 persen. Sementara tamu asing hanya mengisi 2,31 persen saja.

 Di tempat terpisah, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Agoes Basoeki mengungkap TPK hotel bulan Maret memang melesat naik. Yaitu kisaran 80 persen untuk keseluruhan hotel. ”Kondisi perekonomian memang sudah terlihat membaik, tapi masyarakat masih banyak yang menahan pengeluaran meski saat Lebaran,” ujarnya.

 Pada bulan Maret awalnya okupansi hotel masih stagnan di angka 60 persen. Bahkan, memasuki minggu ketiga Ramadan okupansi belum melonjak. Itu sempat memicu kekhawatiran pelaku bisnis hotel karena minimnya lonjakan pemesanan kamar.

 Okupansi baru naik dengan rata-rata di atas 80 persen saat memasuki Lebaran. Terutama pada hari kedua hingga ketujuh. Hampir semua hotel mendapat pemesanan kamar melebihi kapasitas. ”Bulan April lalu jelas menurun kalau dibanding momen Lebaran, tapi kami berhasil mempertahankan hingga rata-rata 60 persen lagi,” kata dia. (aff/gp)

Editor : Galih R Prasetyo
#Kota Malang #hotel malang #okunpansi hotel #TPK Hotel