Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pastikan Terawat, Enam Naskah Kuno di Perpusda Kota Malang Rutin Dibersihkan Dua Kali Sebulan

Nabila Amelia • Rabu, 13 Mei 2026 | 19:04 WIB
DAPAT PENANGANAN KHUSUS: Salah satu petugas Dispussipda Kota Malang menunjukkan koleksi naskah kuno dari daun lontar, kemarin (12/5). Koleksi itu rutin dirawat dua kali dalam sebulan. (Darmono/Radar Malang)
DAPAT PENANGANAN KHUSUS: Salah satu petugas Dispussipda Kota Malang menunjukkan koleksi naskah kuno dari daun lontar, kemarin (12/5). Koleksi itu rutin dirawat dua kali dalam sebulan. (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Hanya ada enam naskah kuno di Perpustakaan Daerah Kota Malang. Agar tetap lestari, Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang rutin melakukan perawatan. Seperti dilakukan kemarin (12/5). 

Pustakawan Ahli Muda Dispussipda Kota Malang Nesy Primadewi mengatakan, dari kerja sama dengan filolog, diketahui ada 31 naskah kuno di Kota Malang. Di Perpustakaan Daerah Kota Malang hanya tersimpan enam naskah kuno.

”Keenamnya adalah Primbon (Daluwang), Usadha Tiwang (Lontar), Syarh al-Ajurrumiyah (Nahwu - Kertas Eropa), Babad Mambangul Ulum, Serat Yusuf, dan Ala-Ayuning Tanggal,” ungkap Nesy. Setiap naskah memiliki cerita masing-masing. Sebagai contoh Babad Mambangul Ngulum. 

Naskah tersebut berisi sejarah berdirinya sekolah Mambaul Ulum yang diprakarsai Raja Kasunanan Surakarta periode 1893-1939, yakni Pakubuwana X. Nesy melanjutkan, setiap naskah ditulis pada tahun yang berbeda-beda. Dari hasil identifikasi, ada yang ditulis pada akhir abad ke-19 sampai awal abad 20. 

Karena usianya yang sudah tua, naskah-naskah kuno yang ada harus dirawat dengan hati-hati. ”Kalau yang menjadi kewenangan pemerintah daerah, perawatan yang dilakukan untuk kategori kerusakan tingkat 1 atau yang kondisinya masih baik,” terang Nesy.

Bentuk perawatan yang dilakukan seperti pembersihan naskah dari debu. Khusus untuk lontar, perawatannya menggunakan minyak kemiri atau sereh. Nesy menyebut, saat diberikan, kebanyakan pemilik asli naskah kuno tidak mengetahui cara perawatan. 

Umumnya mereka hanya membungkusnya menggunakan kertas. Saat diserahkan ke Perpustakaan Umum, dia memastikan bahwa kondisinya masih cukup layak. ”Setelah dihibahkan atau diakuisisi kami, akan dirawat di etalase bebas asam. Selanjutnya rutin kami bersihkan dua kali dalam sebulan,” sambung dia. 

Ditanya terkait pelestarian naskah kuno lain di luar yang ada di Perpustakaan Umum Kota Malang, Nesy menyatakan bahwa Agustus nanti akan ada sosialisasi pendaftaran naskah kuno. Dalam kegiatan itu akan diundang pemilik dan pemerhati naskah kuno. ”Salah satunya naskah kuno yang menurut informasi ada di UM (Universitas Negeri Malang),” pungkasnya. (mel/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
#perpusda kota malang #perawatan naskah kuno #naskah kuno #malang hari ini #Pemkot Malang