Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Klaim BPJS untuk Pengobatan Penyakit Jantung di Kota Malang Tembus Rp 71,5 Miliar

Nabila Amelia • Senin, 18 Mei 2026 | 18:40 WIB
Ilustrasi penyakit jantung
Ilustrasi penyakit jantung

 

MALANG KOTA – Tingginya angka penyakit kardiovaskuler di Kota Malang berimbas pada tingginya klaim pengobatan. Di Kota Malang, klaim terbesar BPJS Kesehatan untuk penanganan penyakit jantung . Pada Januari sampai Juni 2025 lalu mencapai Rp 71,5 miliar. Itu untuk mengakomodasi 89.939 kasus penyakit jantung.

Spesialis jantung RSUD Dr Saiful Anwar (RSSA) dr Budi Satriyo SpJP(K) menyampaikan bahwa salah satu pemicu penyakit kardiovaskuler lainnya adalah hipertensi. Di RSSA, jumlah pasien kardiovaskuler yang ditangani juga banyak.

Budi mencontohkan, untuk tindakan cath lab atau kateterisasi jantung, setiap tahunnya mencapai 2.500 pasien.

"Kalau dirinci, ribuan pasien yang harus dikateterisasi itu karena penyakit jantung koroner. Jumlahnya sekitar 1.500 pasien," ungkap dia.

Belum lagi pasien-pasien yang menderita gagal jantung atau penyakit kardiovaskuler lainnya. Menurut Budi, setiap tahun ada ribuan pasien dengan penyakit kardiovaskuler yang harus ditangani di RSSA.

Para pasien ditangani dengan tindakan yang berbeda-beda. Ada yang membutuhkan tindakan bentall surgery atau prosedur bedah jantung kompleks, intervensi non-bedah, hingga CABG atau prosedur bedah jantung untuk mengatasi arteri koroner. Jika ditotal, setiap tahun ada lebih dari seribu pasien yang mendapat tindakan penanganan penyakit kardiovaskuler.

Oleh karena itu, Budi menekankan agar masyarakat selalu menjaga pola hidup sehat. Terutama jika penyakit kardiovaskuler masih tahap hipertensi esensial dengan stage 1.

"Untuk hipertensi stage 1 di angka 140-160. Masih bisa diatasi dengan memperbaiki pola hidup sehat seperti diet," terang dia.

Namun jika sudah hipertensi stage 3 atau angkanya di atas 200, lanjut Budi, maka bisa berlanjut ke kondisi-kondisi yang lebih parah. Salah satunya adalah stroke. Orang yang kondisinya sudah parah, lanjutnya, harus mendapat perawatan di rumah sakit dan mengonsumsi sejumlah obat.

Budi menambahkan, seiring dengan banyaknya penderita penyakit kardiovaskuler, kualitas layanan dan jumlah dokter di Kota Malang terus ditambah.

Saat ini, penanganan penyakit kardiovaskuler tidak hanya bisa ditangani RSSA. Namun juga rumah sakit lain seperti RS Lavalette, RS UMM, RS UB, RST dr Soepraoen, Persada Hospital, RS Karsa Husada, hingga RSUD Kanjuruhan.(mel/dan)

 

Editor : Mahmudan
#kesehatan malang #kardiovaskuler #penyakit jantung