MALANG KOTA, RADAR MALANG – Kembali muncul retakan di bangunan Pasar Besar Malang. Kali ini berada di tandon air sisi barat pasar.
Retakan itu sempat membuat pedagang khawatir. Seperti diberitakan, sebelumnya muncul retakan di sisi barat. Namun bagiannya berbeda dengan sekarang. Saat itu retakan terjadi di bagian penopang taman di lantai tiga.
Untuk meminimalkan potensi ambrolnya bangunan, Pemkot Malang sudah melakukan pembongkaran. Sementara bagian tandon air yang mengalami keretakan berada di belakang bangunan yang baru saja dibongkar bulan lalu.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi menuturkan, pihaknya telah menerima laporan tersebut. Sama seperti sebelumnya, untuk sementara, tindakan yang dilakukan yakni membatasi aktivitas di bagian tersebut.
Pembatasan diberlakukan untuk PKL maupun parkir kendaraan. Itu dilakukan untuk meminimalkan potensi timbulnya korban. ”Kami masih clearing area, tidak boleh ada PKL dan parkir di bawahnya. Karena memang kondisi Pasar Besar sudah memprihatinkan,” terangnya.
Untuk penanganan selanjutnya, diskopindag masih menunggu arahan dari kepala daerah. Ditanya tentang rencana perbaikan, pejabat yang akrab disapa Eko Sya itu belum bisa menjawab.
Sebab, sampai saat ini belum ada alokasi khusus untuk perbaikan pasar besar di APBD Kota Malang. ”Sementara ini hanya pembatasan area, belum ada perbaikan,” tambah dia.
Anggota Komisi B DPRD Kota Malang Eddy Widjanarko menyarankan agar ada pembenahan sebagian yang dilakukan Pemkot Malang. Sama seperti sebelumnya, yakni penanganan tidak hanya dilakukan sebatas pembatasan aktivitas saja. Harus ada pembongkaran atau perbaikan di bagian yang rusak.
Menurut Eddy, pemkot memiliki anggaran insidental perbaikan pasar di diskopindag. Seharusnya pos itu bisa digunakan dalam waktu dekat. Tidak perlu terjadi hal yang diinginkan.
”Karena perbaikan besar belum terwujud, pemkot harus gerak cepat untuk penanganan sementara. Jangan dibiarkan terus retak karena membahayakan,” tegasnya. (adk/by)
Editor : Bayu Mulya Putra