MALANG KOTA-RADAR MALANG– Wujudnya kotak hampir sama dengan dispenser BBM yang ada di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPPBU) milik Pertamina atau Pom Mini. Setiap pembeli juga dilayani layaknya mengisi bahan bakar untuk motor atau mobil, yaitu minyak goreng keluar dari nozzle. Begitulah sedikit gambaran dari Pom Minyak Goreng yang baru diresmikan di Jalan Raya Bukirsari Nomor 26, Lowokwaru, Kota Malang, kemarin.
Pom Minyak Goreng itu pertama kali ada di Kota Malang. Masyarakat yang ingin membeli minyak goreng di tempat itu tak ada patokan harga. Artinya, mereka bisa mendapatkan minyak goreng dengan berbagai harga eceran, seperti Rp 2 ribu, Rp 3 Ribu, hingga seterusnya.
Owner Pom Minyak Goreng Indonesia (Pomindo) Yaya Sumantri menerangkan, cara kerja pom ini sama seperti alat pengisi BBM di SPBU. Setiap pembeli bisa mendapatkan minyak goreng sesuai budget. Setelah nominal dimasukkan, minyak akan keluar dari nozzle sesuai takaran.
”Jadi masyarakat bisa beli dengan suka-suka, beli Rp 2.000, Rp 3.000, Rp 5.000, dan seterusnya,” ujarnya. Untuk harga pekan ini, satu liter minyak goreng dihargai Rp 22 ribu. Harga tersebut akan fluktuatif, menyesuaikan harga di daerah atau kota masing-masing.
Hampir mirip dengan BBM yang bisa naik dan bisa turun. Tapi, salah satu patoknya bagaimana harga minyak goreng di pasaran. Seperti diketahui beberapa jenis BBM ada yang disubsidi pemerintah.
Minyak goreng yang tersedia di Depo Malang, merupakan minyak curah, namun berkualitas premium. Dia mengklaim tidak seperti minyak goreng di tengkulak yang lengket, kental dan keruh. ”Minyak goreng kami setara dengan Kunci Mas dan Minyakita,” tutur Yaya.
Depo Pomindo itu merupakan cabang pertama di Malang Raya. Secara nasional sudah ada 252 outlet dan akan terus dikembangkan. Yaya berharap dengan banyaknya outlet bisa membantu masyarakat kecil, utamanya UMKM. (adk/gp)
Editor : Galih R Prasetyo