Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dibanding Tahun Lalu, Jumlah Hewan Kurban yang Diperjualbelikan di Kota Malang 2026 Menurun

Nabila Amelia • Minggu, 24 Mei 2026 | 12:22 WIB
DICEK: Dokter hewan bersama staf Dispangtan Kota Malang melakukan pengecekan di salah satu pedagang sapi di Kelurahan Jatimulyo, Jumat (22/5). (Dispangtan Kota Malang For Radar Malang)
DICEK: Dokter hewan bersama staf Dispangtan Kota Malang melakukan pengecekan di salah satu pedagang sapi di Kelurahan Jatimulyo, Jumat (22/5). (Dispangtan Kota Malang For Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Jumlah hewan ternak yang diperjualbelikan untuk kebutuhan Idul Adha diperkirakan menurun. Sejauh ini, pemkot mencatat baru ada 3.155 ekor yang ditawarkan para pedagang. Jumlah itu merupakan hasil pencatatan dari 21 sampai 22 Mei lalu.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang drh Anton Pramujiono mengatakan, hewan ternak yang tercatat meliputi sapi, kambing, dan domba. Pemantauan dan pencatatan terhadap hewan ternak yang diperjualbelikan bakal dilanjutkan sampai 25 Mei nanti.

Baca Juga: Dua Sapi Berbobot 1 Ton dari Kota Malang Diusulkan Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo

”Namun prediksi saya, kalau pun ada tambahan mungkin hanya menjadi sekitar 3.500 ekor,” kata Anton. Dia belum mengetahui secara pasti penyebab jumlah hewan ternak yang dijual menurun. Melihat perbandingan penjualan dari tahun lalu yang mencapai 4.341 hewan kurban, tercatat ada penurunan hampir 1.500 ekor. 

Anton memperkirakan, penurunan terjadi karena berbagai faktor.

Salah satunya karena kondisi ekonomi. Meski harga hewan ternak untuk kurban terbilang stabil, dia melihat daya beli masyarakat mulai menurun. Sebagai contoh untuk penjualan sapi, yang biasanya dibanderol mulai dari Rp 20 juta. 

Baca Juga: Menjelang Idul Adha, Ini Tips Memilih Hewan Kurban yang Baik dan Berkualitas

Tak sedikit warga yang berkelompok sebanyak tujuh orang untuk kurban sapi. Disinggung apakah penurunan daya beli terjadi karena penyakit hewan ternak, Anton menyebut bahwa kemungkinan itu sangat kecil. Sebab, kondisi kesehatan hewan ternak di Kota Malang cenderung baik.

Sampai Jumat lalu (22/5), belum ditemukan hewan ternak yang mengalami kondisi tertentu. Sementara tahun 2025, terpantau ada ternak yang sakit sebanyak tiga ekor di Kecamatan Lowokwaru dan empat ekor di Kecamatan Sukun. ”Sakitnya saat itu ringan. Seperti nafsu makan yang turun dan stress karena adaptasi di lokasi baru. Namun langsung disendirikan,” ucap Anton.

Selebihnya tidak ada temuan virus atau penyakit menular pada hewan ternak. Kondisi hewan ternak yang tercatat pada 2025 dan 2026 pun dalam kondisi aman. ”Kami berharap tidak ada temuan-temuan. Jika ada kondisi tertentu, penjual harus segera menaruh hewan secara terpisah dengan hewan lain dan melapor ke kami,” papar Anton. 

Di sisi lain, dia meminta masyarakat agar berhati-hati saat hendak membeli hewan kurban. Hewan kurban yang dibeli harus berada dalam kondisi sehat. Selain itu tidak cacat, gemuk, cukup umur, berjenis jantan yang memiliki 2 testis, hingga sudah berganti gigi. (mel/by)

Editor : A. Nugroho
#diperjualbelikan #hewan kurban #menurun #dispangtan