MALANG KOTA-RADAR MALANG - Seleksi administrasi dalam pemilihan Dewan Pendidikan Kota Malang (DPKM) sudah rampung. Total ada 68 peserta yang mendaftar tahun ini. Sebanyak 22 peserta lolos akan diusulkan ke Wali Kota Malang.
Dari 22 orang yang lolos, ada enam peserta dari pakar pendidikan. Lalu, ada lima orang dari penyelenggara pendidikan. Tiga orang dari organisasi sosial kemasyarakatan, dan tiga peserta dari organisasi profesi berbasis pendidikan.
Sedangkan dua orang yang lain, berasal dari pendidikan berbasis kekhasan agama atau sosial budaya. Duan lainnya dari institusi pendidikan bertaraf internasional.
Para pendaftar itu bersaing untuk mengisi 11 kursi DPKM. Keputusan terkait siapa saja para peserta yang lolos akan diumumkan pada bulan Juni mendatang. ”11 anggota terpilih bakal dikukuhkan satu bulan setelahnya atau pada bulan Juli,” ujar Analis Perencanaan, Program, dan Pelaporan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Samsul.
Tahun ini, ada tiga guru besar yang mendaftar. Ketiga profesor itu berasal dari unsur penyelenggara pendidikan, institusi pendidikan bertaraf internasional, dan pendidikan kekhasan agama. Ketiganya lolos untuk dipertimbangkan Wali Kota jadi Dewan Pendidikan.
Tugas utama DPKM adalah mediator kebijakan Pemkot Malang melalui Dinas Pendidikan dengan murid dan wali murid. Untuk itu, persyaratan rekrutmen dan tahapannya cukup beragam dan dilaksanakan dengan hati-hati.
Pemilihan DPKM dibuka untuk seluruh lapisan masyarakat. Tapi, dari unsur pendidikan berbasis keunggulan lokal tidak ada pendaftarnya.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mencontohkan fungsi DPKM cukup vital. Salah satunya seperti saat ini menjadi pengawas Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). ”Karena seleksi masih terus berjalan, sementara kami minta pengurus lama DPKM yang menjalankan fungsi pengawasan,” ujarnya.
Selain mengawasi SPMB, mereka juga bertugas melakukan pengawasan agar Pemkot Malang melakukan transparansi dalam menyelenggarakan pendidikan. Mereka juga bakal menjadi fasilitator, mediator, komunikator, hingga katalisator pendidikan di Kota Malang. Karena itu, seleksi anggota DPKM dilakukan secara ketat. (aff/gp)
Editor : Galih R Prasetyo