Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

3.580 Hewan Kurban Sudah Jalani Pemeriksaan yang Dilakukan Pemkot Malang

Nabila Amelia • Selasa, 26 Mei 2026 | 17:07 WIB
PASTIKAN AMAN: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat ikut mengecek kondisi sapi yang dijual di Jalan Saxophone Nomor 1, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru. (Darmono/Radar Malang)
PASTIKAN AMAN: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat ikut mengecek kondisi sapi yang dijual di Jalan Saxophone Nomor 1, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru. (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Total ada 3.580 hewan kurban yang sudah diperiksa Pemkot Malang. Baik sapi, kambing, maupun domba. Berdasar data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, jumlah paling banyak tetap kambing. Mencapai sebanyak 3.227 ekor. 

Kemudian ada 227 sapi dan 126 domba. Pendataan bakal berlangsung sampai hari ini (26/5). Salah satu lokasi yang didatangi untuk didata yakni di Jalan Saxophone Nomor 1, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru. Di sana ada penjualan kambing dan penjualan sapi. 

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan, di Jalan Saxophone pihaknya berkesempatan mengecek dua kambing dan dua sapi. ”Yang dicek mulai dari bentuk gigi, badan, hingga kelengkapan surat keterangan sehat,” ucap dia. Setelah dicek, Wahyu juga memasang stiker. 

Itu sebagai penanda bahwa hewan-hewan ternak tersebut layak untuk dibeli, dijual, dan diperuntukkan kurban. Wahyu menambahkan, Kota Malang juga mendapat bantuan hewan kurban dari Presiden RI Prabowo Subianto.

”Sapinya jenis Brahmus yang memiliki berat satu ton dan berwarna hitam legam. Nantinya akan dipotong di RPH. Baru diserahkan ke Masjid Sabilillah,” imbuhnya.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dispangtan Kota Malang drh Anton Pramujiono menambahkan, hewan ternak di Kota Malang sudah bebas dari lumpy skin disease (LSD) dan antraks. ”Namun, kami tetap mengantisipasi untuk penyakit mulut dan kuku (PMK),” tutur dia.

Sampai sekarang, seluruh hewan ternak yang sudah didata dinyatakan sehat. Hanya ada hewan ternak yang tidak cukup umur. Kendati demikian, pihaknya tetap menginfokan kepada peternak agar tidak dijual. 

Sementara itu, Fahmi Wahyudi, penjual kambing yang berjualan di Jalan Saxophone Nomor 1 menyebut, kondisi kambing-kambing yang dijual terpantau sehat.

Meski sempat ada yang nafsu makannya menurun karena adaptasi dari tempat asal untuk dijual di Kota Malang.

”Untuk menjaga stamina, kami memberikan semacam empon-empon. Lalu kalau ada yang flu kami beri obat juga,” cerita lelaki asal Madura yang sudah berjualan hewan kurban sejak 2020 itu. Beruntung tidak ada kondisi spesifik lain yang dialami hewan kurban. (mel/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
#idul adha #hewan kurban #Pemkot Malang #Kota Malang #dispangtan kota malang