Wali Kota Malang: Idul Adha Bisa Menjadi Landasan Membangun Bangsa

Nabila Amelia • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 09:22 WIB
MEMBELUDAK: Jemaah Salat Idul Adha di Masjid Jami’ meluber sampai ke Jalan Basuki Rahmat, kemarin pagi (27/5). (Darmono/Radar Malang)
MEMBELUDAK: Jemaah Salat Idul Adha di Masjid Jami’ meluber sampai ke Jalan Basuki Rahmat, kemarin pagi (27/5). (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Ribuan warga memadati area Masjid Jami' Kota Malang, kemarin pagi (27/5). Jemaah salat Idul Adha tampak memadati ruas Jalan Merdeka hingga sebagian ruas Jalan Basuki Rahmat. 

Selain warga Kota Malang, salat juga diikuti Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin, dan jajaran forkopimda. Sebelum salat, Wahyu sempat menyampaikan sejumlah pesan. 

Menurut dia, Hari Raya Idul Adha mengajarkan makna pengorbanan, keikhlasan, dan ketaatan sebagaimana yang dicontohkan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. 

”Nilai-nilai tersebut tidak hanya penting dalam kehidupan spiritual, tapi juga menjadi landasan membangun kehidupan bermasyarakat maupun berbangsa,” tegas dia. 

Terlebih di tengah berbagai tantangan saat ini, lanjut Wahyu, semangat berkurban demi kemaslahatan bersama harus tetap dihidupkan. Selain itu, Idul Adha juga mengingatkan bahwa keberagaman merupakan sunatullah yang harus disikapi dengan bijaksana.

Alhamdulillah Kota Malang selama ini dikenal sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan,” imbuh dia.

Salat dimulai pukul 06.20. Pemuka agama yang bertindak sebagai imam sekaligus khotib yakni Abuya KH Nur Hasanuddin dari Pondok Pesantren Darussa'adah Al Islamy. Setelah salat, seluruh warga yang hadir mendengarkan khutbah dari Hasanuddin. 

Dalam khutbahnya, beliau menyampaikan firman Allah SWT yang berbunyi sebaik-baiknya bekal yang bisa menyelamatkan di alam kubur adalah bertakwa. Seperti yang dicontohkan Nabi Ibrahim. Saat kelahiran putra yang ditunggu-tunggu selama 40 tahun yakni Nabi Ismail, Nabi Ibrahim diminta untuk melakukan kurban.

”Pada zaman sekarang, Allah SWT tidak memerintahkan seperti yang dilakukan Nabi Ibrahim kepada Nabi Ismail, tapi berkurban atas nikmat yang sudah diberikan,” tegas Hasanuddin. Melaksanakan kurban atas nikmat yang diberikan bisa menjadi bekal agar selamat dari siksa neraka. 

Selain itu, manusia harus bertanggung jawab dalam beberapa hal. Antara lain, selama diberikan umur, asal-usul, harta, benda, maupun ilmu, sudah dimanfaatkan untuk apa. (mel/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
idul adha Wali Kota Malang wahyu hidayat Kota Malang