MALANG KOTA-Stok emas dengan gramasi satu hingga lima gram tidak mudah didapatkan. Salah satu penyebabnya adalah permintaannya tinggi, namun stoknya tak banyak. Penurunan harga emas sejak awal bulan ini mendorong masyarakat untuk berinvestasi di sektor tersebut.
Di Pegadaian Cabang Malang, misalnya. Emas dengan gramasi satu sampai lima gram menjadi rebutan. Dalam sehari terkadang hanya tersedia lima keping saja. Itu bakal habis dalam waktu kurang dari satu menit.
”Untuk merek galeri 24 memang sedang turun, dari Rp 2,8 juta sekarang jadi Rp 2,7 juta saja per gram,” ujar Humas Pegadaian Cabang Malang Herlin Ira. Kendati demikian harga jual emasnya tak terlalu jauh dengan harga beli. Selisihnya kisaran sekitar Rp 100 ribu.
Sementara itu, untuk merek Antam sedang naik-turun. Awal bulan lalu sempat menyentuh harga Rp 2,7 juta per gram. Lalu beberapa hari terakhir meningkat lagi hingga Rp 2,8 juta per gram.
Khusus merek Antam, harga jualnya terbilang rendah. Dari harga beli Rp 2,8 juta per gram, kalau dijual hanya Rp 2,6 juta per gram. Untuk itu, pembeli diharuskan untuk lebih cermat dan tak gegabah menjual koleksi emasnya.
Sementara itu, Manager Marketing Pegadaian Cabang Malang Jarwadi menjabarkan, penjualan emas meningkat 26 persen. Itu terjadi sejak Januari hingga April 2026. Angka itu dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
”Biasanya awal Mei sudah banyak yang jual koleksi untuk biaya pendidikan,” ujar Jarwadi. Namun, lanjutnya, hingga saat ini penjualan emas belum naik drastis. Menurutnya sepinya transaksi emas dipengaruhi beberapa kondisi.
Salah satunya, situasi geopolitik dunia. Itu memicu kekhawatiran publik untuk menjual atau berinvestasi emas. Dia melihat, masyarakat tidak ingin gegabah dan melihat bagaimana kondisi ke depan.
Jarwadi memprediksi awal bulan Juni lebih banyak penjual emas yang melakukan transaksi. Sebab bertepatan dengan pembayaran UKT untuk mahasiswa baru. Serta penerimaan siswa baru di tingkat TK-SMA. (aff/gp)
Editor : Galih R Prasetyo