Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pekan Ini, WTI Diterapkan di Dua Pasar Kota Malang

Andika Satria Perdana • Senin, 1 Juni 2026 | 14:00 WIB
JADI SASARAN PERTAMA: Seorang pembeli meninggalkan Pasar Blimbing, kemarin. Program Warung Tekan Inflasi (WTI) akan hadir di Pasar Blimbing dan Pasar Dinoyo pekan ini. (Foto: Darmono/Radar Malang)
JADI SASARAN PERTAMA: Seorang pembeli meninggalkan Pasar Blimbing, kemarin. Program Warung Tekan Inflasi (WTI) akan hadir di Pasar Blimbing dan Pasar Dinoyo pekan ini. (Foto: Darmono/Radar Malang)

 MALANG KOTA-RADAR MALANG - Pemkot Malang segera menerapkan strategi khusus untuk menurunkan harga bahan pokok. Pekan ini, program Warung Tekan Inflasi (WTI) akan dilaksanakan di dua pasar. Di antaranya, Pasar Dinoyo dan Pasar Blimbing.

 Seperti diberitakan Jawa Pos Radar Malang sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyoroti harga cabai tembus Rp 100 ribu pe kilogram di sejumlah pasar Kota Malang. Ada kenaikan hingga Rp 40 ribu dibandingkan sebelumnya.

 Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menuturkan, dua lokasi itu dipilih untuk mendekatkan WTI dengan masyarakat. Pasar Blimbing dan Dinoyo dinilai cocok karena berada di area padat penduduk. ”Minggu ini kami gelar WTI untuk menekan harga bahan pokok,” tuturnya.

 Wahyu menjelaskan, konsep Warung Tekan Inflasi berbeda dengan operasi pasar. Menurutnya, program ini akan lebih efektif dalam menjaga stabilitas harga. Karena melibatkan kerja sama antar daerah untuk menjamin pasokan komoditas tetap aman.

 Dalam penerapan WTI, Pemkot Malang akan mendatangkan barang dari luar daerah. Dengan memberikan subsidi biaya angkutan. Sehingga harganya lebih rendah dibandingkan yang di pasaran saat ini. ”WTI beberapa kali sudah terbukti bisa menurunkan harga dengan kerja sama antar daerah,” jelas orang nomor satu di Pemkot Malang itu.

 Ada beberapa faktor yang membuat harga cabai menjadi fokus utama Warung Tekan Inflasi. Salah satunya, karena cabai merupakan bahan pokok paling sulit dikendalikan menjelang Idul Adha. Harga di pasaran tembus di atas Rp 80 ribu. Peningkatan harga jualnya juga bisa memicu inflasi.

 Selain cabai, Pemkot Malang juga terus memantau ketersediaan minyak goreng dan beras di pasaran. Wahyu menyebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bulog untuk memastikan stok pangan tetap tersedia bagi masyarakat. (adk/gp)

Editor : Galih R Prasetyo
#Pasar Dinoyo #pasar blimbing #Warung Tekan Inflasi #cabai