MALANG KOTA, RADAR MALANG - Sekitar 100 pelajar dari SMP Katolik Santa Maria 1 Malang kompak membawakan Tari Bapang di depan Balai Kota Malang, kemarin. Itu menjadi satu dari sekian penampilan yang ditunjukkan pelajar dalam peringatan Hari Lahir Pancasila.
Tari Bapang dipilih karena mewakili kebudayaan yang lahir dari masyarakat Kota Malang. Filosofi tarian yang dibawakan itu menyiratkan pesan moral tentang pengabdian, keberanian, dan pentingnya mengendalikan nafsu.
Karena itu tokoh Bapang digambarkan berwajah tegas dengan hiasan mahkota, taring, serta topeng merah. Gerakan tari yang bakal ditampilkan memadukan unsur ketegasan fisik dan ritme musik gamelan. Seluruh pelajar menampilkan tarian itu dengan lincah dan menunjukkan kewibawaan.
”Kami menyiapkan pertunjukan ini selama dua bulan berturut-turut,” Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMPK Santa Maria 1 Malang Galuh Triatmojo. Sebelum suguhan itu, ada sesi pengibaran bendera merah putih yang dilakukan Tim Paskibraka Kota Malang. Selain dihadiri jajaran Forkopimda Kota Malang, upacara itu juga melibatkan ratusan pelajar SD hingga SMA.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat turut menyampaikan sambutan dan pesan dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). ”Pesan BPIP kepada seluruh kepala daerah adalah untuk menjadikan Pancasila sebagai dasar kebijakan-kebijakan yang diambil,” kata dia.
Kebijakan yang dimaksud yakni yang berkaitan dengan sosial, ekonomi, pembangunan, maupun dinamika global yang terus berkembang. ”Dengan begitu, hasil pembangunan tidak hanya menghadirkan kemajuan, namun juga memberikan keadilan dan rasa keadilan bagi masyarakat,” sambung Wahyu.
Dia juga mengingatkan agar Hari Lahir Pancasila tidak hanya dilihat sebagai simbol atau seremonial tahunan saja. Lebih lanjut, juga bisa menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam bentuk tindakan nyata. Baik dalam penyelenggaraan pemerintahan maupun kehidupan bermasyarakat.
Tidak lupa, mantan Sekda Kabupaten Malang itu juga berpesan kepada generasi muda untuk meresapi makna-makna yang terkandung dalam kelima sila di Pancasila. ”Misalnya saja dengan menerapkan semangat persatuan, toleransi, hingga gotong royong,” terang dia. (mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra