Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Investasi Lapangan Padel di Kota Malang Diprediksi Tetap Apik sampai Enam Tahun ke Depan

Nabila Amelia • Selasa, 2 Juni 2026 | 15:11 WIB
BANYAK PEMINAT: Salah satu warga bermain padel di salah satu lapangan padel di Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang. (Darmono/Radar Malang)
BANYAK PEMINAT: Salah satu warga bermain padel di salah satu lapangan padel di Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang. (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Menggeliat sejak 2025, investasi lapangan padel di Kota Malang tetap banyak dilirik investor. Dalam lima bulan sepanjang 2026 ini, sudah ada 6 pelaku usaha yang mengajukan izin ke Pemkot Malang. 

Tahun lalu ada 16 pelaku usaha yang mengajukan perizinan. ”Prediksi saya, usaha lapangan padel masih berjaya hingga enam tahun ke depan,” terang Anthony Widi, Owner Terra Padel Ground di Kecamatan Blimbing. 

Anthony sendiri memulai usaha lapangan padel sejak November 2025. Dia membangun Terra Padel Ground di Jalan Candi Kalasan, Kelurahan Blimbing, Kecamatan Blimbing. Di sana, dia membangun lapangan padel di lahan seluas 1.500 meter persegi.

”Kalau saya awalnya membangun lapangan padel karena sedang mencari peluang. Karena saya melihat pada Juni 2025 di Kota Malang baru ada dua lapangan di kawasan Araya dan Tidar,” imbuh lelaki penghobi olahraga tersebut. 

Kemudian, Anthony melakukan survei. Dia melihat, masyarakat yang berminat dengan padel kebanyakan tinggal di sekitar Lowokwaru, Blimbing, hingga Klojen. 

Lahan di Jalan Candi Kalasan dipilih karena memungkinkan untuk membangun tiga lapangan. Selain itu suasana di sana juga cukup tenang. Saat mengajukan perizinan, Anthony merasa dipermudah. 

Untuk membangun lapangan padel, dia mengaku sedikitnya harus menyiapkan modal sekitar Rp 1 miliar. Dengan budget tersebut, minimal lapangan sudah dilengkapi dengan kamar mandi yang memiliki air conditioner (AC). 

Karena berdiri cukup awal, lapangan padel milik Anthony juga cukup ramai. Dia mengaku biasanya lapangannya ramai setiap malam hari. Sementara pada pagi terkadang penuh, terkadang tidak. ”Kalau siang itu hampir tidak ada,” imbuhnya.

Untuk menambah kenyamanan, Anthony terus melengkapi fasilitas di tempatnya. Dengan fasilitas yang ada, biaya sewa lapangan di sana berkisar antara Rp 200 ribu sampai Rp 250 ribu per jam.

Anthony tidak memungkiri bahwa persaingan di sektor usaha lapangan padel semakin ketat. Namun dia sudah menyiapkan kemungkinan-kemungkinan lain jika animo lapangan padel menurun.

”Sejak awal saya membangun lapangan padel dengan konsep escape plan. Kalau nanti sepi bisa saya ubah menjadi lapangan untuk badminton, basket, dan futsal,” kata dia. (mel/by)

 

Editor : Bayu Mulya Putra
#investasi lapangan padel #investor padel #lapangan padel #investasi #Kota Malang