Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bediding di Malang Raya, BMKG Ungkap Penyebab Udara Terasa Menggigit

Fitri Cahya Dwi Anggriani • Selasa, 2 Juni 2026 | 22:00 WIB
Wilayah Malang Raya dilanda suhu bediding. (Sumber: Radar Malang/Fitri Cahya Dwi Anggriani).
Wilayah Malang Raya dilanda suhu bediding. (Sumber: Radar Malang/Fitri Cahya Dwi Anggriani).

MALANG, RADAR MALANG – Baru-baru ini, udara di Malang Raya terasa jauh lebih dingin dari biasanya meski cuaca cenderung cerah dan panas. Perubahan suhu dingin yang cukup signifikan ini dirasakan warga Malang, terutama pada malam hari menjelang pagi.

Fenomena tersebut dikenal dengan istilah bediding, yakni penurunan suhu udara pada permulaan musim kemarau. Fenomena tersebut merupakan sebuah siklus cuaca yang lazim terjadi setiap tahunnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa fenomena bediding ini disebabkan oleh menguatnya angin Monsun Australia. Angin tersebut membawa udara yang bersifat lebih dingin dan kering dari wilayah Australia ke Indonesia.

Baca Juga: Fenomena Bediding Mulai Terasa di Malang, BPBD Prediksi Suhu Terdingin Terjadi Juli hingga Agustus

Angin Monsun Australia yang masuk ke Indonesia memicu penurunan kelembapan udara dan penurunan suhu pada malam hari. Dampaknya, sejumlah wilayah di Indonesia, Jawa Timur merasakan udara yang menggigit pada dini hari dan pagi hari.

Sementara itu, BMKG Karangploso Malang memperkirakan suhu dingin yang melanda Malang Raya ini disebabkan oleh minimnya tutupan awan di langit sepanjang musim kemarau. Akibatnya, energi panas bumi langsung terlepas ke atmosfer pada malam hari tanpa adanya lapisan awan yang berfungsi sebagai penahan atau “selimut” alami.

Berdasarkan keterangan Retno, kondisi bediding ini akan bertahan selama beberapa bulan ke depan dan puncaknya terjadi pada bulan Juli 2026.

Baca Juga: Mbediding Datang, Warga Malang Wajib Mencoba 5 Minuman Hangat ini!

Retno Wulandari selaku Forecaster on Duty BMKG Karangploso, mengungkapkan bahwa fenomena bediding ini baru saja dimulai dan diperkirakan terjadi hingga bulan Juli—Agustus 2026 mendatang.

"Di Malang Raya, bediding diprakirakan hingga Juli sampai Agustus dan berangsur suhu minimum akan meningkat pada bulan selanjutnya," kata Retno, Minggu (31/5).

Berdasarkan alat ukur di kantor BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur di Karangploso, suhu udara terjun bebas ke angka belasan derajat.

Baca Juga: Dilirik Banyak Investor, Tahun Ini Kota Malang Bakal Punya 20 Pilihan Lapangan Padel

"Beberapa hari ini terpantau suhu minimum sudah mulai turun. Di kantor BMKG Karangploso pagi tadi, suhu minimum tercatat mencapai 18,4 derajat Celsius," kata Retno.

Oleh karena itu, pihak BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan tubuh terhadap perubahan suhu ekstrem yang terjadi. Warga diminta untuk mengenakan pakaian hangat agar tidak mudah terserang penyakit.

Editor : Aditya Novrian
#bediding malang #BMKG #bediding