MALANG KOTA, RADAR MALANG - Target pendirian 87 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Malang segera terpenuhi. Sampai saat ini, tercatat sudah ada 84 bangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berdiri. Dari total itu, sudah ada 77 SPG yang aktif beroperasi.
”SPPG yang belum beroperasi masih menunggu validasi akhir dan anggaran,” terang Koordinator Wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kota Malang Muhammad Athoillah. Jika 84 bangunan SPPG sudah beroperasi, artinya target Kota Malang tinggal menambah tiga dapur MBG.
Athoillah menambahkan, pada bulan ini ada tambahan SPPG yang selesai dibangun. Sehingga pihaknya optimistis target 87 SPPG segera terpenuhi. Di tengah bertambahnya jumlah SPPG itu, pemerintah pusat juga memangkas anggaran MBG.
Sebelumnya, anggaran untuk program itu dialokasikan Rp 335 triliun. Kemudian dikurangi menjadi Rp 268 triliun. Athoillah memastikan bahwa dampak efisiensi anggaran itu tidak sampai menutup operasional SPPG. Efeknya hanya perubahan layanan.
Dari sebelumnya diberikan selama enam hari, kini menjadi lima hari kerja. ”Dampak dari efisiensi hanya itu,” imbuhnya. Dia menambahkan, saat ini Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan aturan lebih ketat untuk operasional SPPG.
Utamanya terkait kewajiban memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Sama seperti daerah lainnya, ada beberapa SPPG yang operasionalnya dibekukan sementara karena IPAL-nya belum sesuai syarat.
”Mei lalu Kota Malang ada 7 SPPG yang di-suspend. Saat ini mereka sudah memenuhi syarat IPAL, tinggal pencabutan sanksi,” terang Athoillah.
Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, pembekuan sementara karena IPAL itu juga terjadi di daerah lainnya. Seperti di Lumajang. Di sana ada enam SPPG yang kena suspend. Di Trenggalek juga ada 16 dapur yang dibekukan sementara. (adk/by)
Editor : Bayu Mulya Putra