MALANG KOTA-RADAR MALANG - Jumlah warga lanjut usia (Lansia) yang mencapai 130 ribu orang mendapatkan atensi dari kalangan legislatif. Dengan total hampir 13 persen dari penduduk asli, DPRD Kota Malang meminta perhatian lebih besar. Yakni berupa kebijakan yang mendukung kalangan lansia.
Anggota Komisi D DPRD Kota Malang Ginanjar Yoni Wardoyo menyampaikan, selama ini program pemerintah lebih banyak difokuskan pada perlindungan perempuan, anak, kesehatan masyarakat. Sementara isu kesejahteraan lansia belum mendapatkan porsi yang seimbang.
Ginanjar mengatakan, tingginya jumlah lansia mencerminkan meningkatnya angka harapan hidup masyarakat. Di sisi lain, hal ini menjadi tantangan baru yang harus diantisipasi melalui kebijakan yang tepat dan berkelanjutan.
”Lansia memiliki kebutuhan yang berbeda dengan kelompok usia produktif. Mereka membutuhkan akses layanan kesehatan yang mudah,” ujarnya. Menurutnya, lansia juga membutuhkan perlindungan sosial yang memadai, fasilitas publik yang ramah, hingga dukungan sosial. Salah satu tujuannya, agar tetap merasa dihargai dan tidak terpinggirkan.
Politisi Gerindra itu melihat, perhatian terhadap lansia tidak cukup dalam bentuk bantuan sosial. Pemerintah daerah perlu memperkuat program pemberdayaan. Agar mereka sehat dan produktif, sehingga berkontribusi di tengah masyarakat.
Menurut Ginanjar, banyak lansia masih memiliki pengalaman dan kemampuan, yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan sosial maupun pembangunan. Oleh karena itu, diperlukan program yang tidak hanya berfokus pada perlindungan, tetapi juga pemberdayaan. ”Ketika jumlah lansia semakin banyak, maka pemerintah harus menyiapkan kebijakan yang benar-benar ramah lansia. Jangan sampai mereka merasa terabaikan,” tegasnya. (adk/gp)
Editor : Galih R Prasetyo