MALANG RAYA, RADAR MALANG - Rencana penambahan koridor Bus Trans Jatim di Malang Raya menunjukkan sinyal positif. Kabar terbaru, Pemprov Jatim sedang menyusun skema rute bersama Pemkot dan Pemkab Malang. Dari skema sementara, koridor dua rencananya akan diisi 15 armada berjenis Euro 4.
Jika dirinci, ada 14 armada utama dan satu armada cadangan yang akan mengaspal seperti di koridor satu Bus Trans Jatim Malang Raya. Persiapan untuk skema sementara koridor dua itu dikonfirmasi langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jatim Nyono.
Pada Senin lalu (8/6), dia menyampaikan bahwa pemprov akan melakukan penambahan koridor pada 2026 ini. ”Semoga akhir 2026 bisa terealisasi,” kata dia. Untuk merealisasikan koridor dua, lanjut Nyono, pemprov akan mengajukan melalui perubahan anggaran dan belanja daerah (P-APBD) 2026.
Besaran anggarannya belum bisa dipastikan. Disinggung terkait rute untuk koridor dua, dia menyebut bahwa jalurnya dimulai dari Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang sampai Terminal Talangagung (Kepanjen) di Kabupaten Malang. Dalam rute tersebut, bus kemungkinan akan melewati Kecamatan Pakisaji.
Selain koridor dua, Nyono tidak menampik adanya rencana untuk koridor tiga di Malang Raya. Beberapa kawasan yang nantinya ada dalam koridor tiga mulai dari Bandara Abdulracman Saleh di Kecamatan Pakis, lanjut ke Kecamatan Tumpang, sampai kembali ke Terminal Hamid Rusdi.
”Namun itu tergantung fiskal Pemprov Jatim juga,” terang Nyono. Jika tidak memungkinkan, koridor dua dan koridor tiga akan direalisasikan secara bertahap.
Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Angkutan Jalan Dishub Provinsi Jatim Cito Eko Yuly Saputro menambahkan, rencananya pemprov akan mengundang Dishub Kota Malang dan Dishub Kabupaten Malang pada pekan ini. Tujuannya melakukan koordinasi lanjutan dalam rangka menyusun skema penambahan koridor Bus Trans Jatim.
”Untuk origin destination (titik awal sampai titik tujuan) memang benar dari Terminal Hamid Rusdi sampai Terminal Talangagung,” ucap Cito. Hanya saja, Dishub Jatim tidak menutup pintu jika ada usulan rute dari dua dishub di Malang Raya. Mereka pun siap mengakomodasi jika rute yang diusulkan bagus secara supply maupun demand.
Selain merencanakan origin destination untuk koridor baru, dishub juga akan membahas lokasi titik hentinya. Baik lokasi yang bisa digunakan sebagai titik henti dalam bentuk shelter maupun rambu.
Sementara terkait armada yang akan digunakan, Cito menjelaskan bahwa spesifikasinya bakal sama dengan koridor satu. Bus yang digunakan berjenis Euro 4 dan memiliki ukuran sedang. Untuk kapasitas, satu bus bisa diisi 35 penumpang.
”Yang baru adalah keberadaan Tradisi atau Trans Jatim Ekspedisi. Kalau di koridor satu kan sekarang belum ada. Ke depan ada Tradisi di koridor satu maupun koridor dua,” beber Cito.
Sebagai informasi, Tradisi merupakan layanan pengiriman paket menggunakan Bus Trans Jatim. Paket yang dikirim bisa disimpan dalam lemari penyimpanan berwarna hitam. Lemari tersebut ada di masing-masing bus. (mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra