MALANG KOTA, RADAR MALANG - Kalangan akademisi turut memberikan pandangan terkait rencana penambahan koridor Bus Trans Jatim di Malang Raya. Dari dua rute yang disiapkan Pemprov Jatim, rute dari Terminal Arjosari menuju Terminal Batu diharapkan menjadi prioritas.
Baru rute dari Terminal Hamid Rusdi menuju Terminal Talangagung (Kepanjen). Analisis itu disampaikan Pengamat Transportasi Universitas Widyagama (UWG) Malang Prof Dr Ir Aji Suraji MSc IPA ASEAN Eng. Dia menyebut, Bus Trans Jatim sudah seharusnya masuk Terminal Arjosari.
Sebab, titik itu merupakan gerbang utama di Kota Malang. ”Kalau koridor pertama di Terminal Hamid Rusdi masih oke. Koridor kedua ini seharusnya dimulai di Terminal Arjosari,” kata dia.
Aji menerangkan, bila koridor tersebut dibuka, itu akan membuat kunjungan ke destinasi wisata di Kota Batu meningkat. Sebab akan mendekatkan wisatawan dari beberapa daerah.
Di antaranya Surabaya, Probolinggo, Jember, Blitar, dan Tulungagung. ”Dijalankan langsung dua koridor (baru) lebih bagus. Tetapi kalau hanya satu, menurut saya prioritasnya Arjosari ke Batu dulu,” tutur dia.
Aji mengatakan, rute paling ideal bisa melewati Jalan Soekarno-Hatta (Soehat). Jika dirinci, bisa dimulai dari Jalan Raden Intan, kemudian mengarah ke Jalan Ahmad Yani. Selanjutnya menuju Jalan Borobudur dan melintas di Jalan Soehat.
Dari jembatan UB, belok kanan menuju Terminal Landungsari dan finish di Terminal Batu. Jarak rute ini kurang lebih mencapai 19 kilometer. Ditanya terkait potensi gesekan dengan trayek angkot, Aji menuturkan bahwa itu menjadi tugas Pemkot Malang meredam hal tersebut
Dia menekankan, seluruh rute Trans Jatim akan bergesekan dengan angkot. Sehingga ini harus ditangkap sebagai peluang. Seperti misalnya angkot diberdayakan sebagai feeder bus tersebut. ”Sehingga perpindahan moda transportasi ke transportasi lainnya lebih mudah,” tandasnya.
Aji mengusulkan, koridor Trans Jatim di Malang Raya tidak hanya tiga. Bisa ditambah satu rute lagi yang menghubungkan antara Terminal Hamid Rusdi dan Terminal Arjosari. Sehingga semua rute terintegrasi.
”Koridor ini bisa dimulai dari Kecamatan Lawang, kemudian Singosari, masuk Terminal Arjosari, dan berakhir di Hamid Rusdi,| usulnya.
Terkait operasional koridor pertama, Aji tidak memberikan catatan berarti. Menurutnya, rute itu sudah beroperasi dengan baik. Hanya terkadang terlihat agak sepi di beberapa momen.
”Masih wajar, karena seluruh transportasi umum seperti itu. Ada waktu puncak penumpang, ada waktu yang sepi,” tandasnya. (adk/by)
Editor : Bayu Mulya Putra