Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Oktober, Rute Baru Bus Trans Jatim di Malang Raya Bakal Beroperasi

Nabila Amelia • Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06 WIB
MATANGKAN RUTE: Rapat koordinasi untuk menyiapkan Bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya digelar di Kantor Dishub Jatim, kemarin. (Dishub Jatim For Radar Malang)
MATANGKAN RUTE: Rapat koordinasi untuk menyiapkan Bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya digelar di Kantor Dishub Jatim, kemarin. (Dishub Jatim For Radar Malang)

SURABAYA, RADAR MALANG - Rangkaian rute untuk koridor dua Bus Trans Jatim Malang Raya mulai disusun, kemarin (10/6). Penyusunan rute yang berlangsung selama tiga jam itu melibatkan dua daerah. Yakni Kota Malang dan Kabupaten Malang. 

Diskusi berlangsung di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim. Jika tak ada aral, koridor dua ditargetkan beroperasi mulai Oktober nanti. Bertepatan dengan hari jadi Provinsi Jatim. Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jatim Ainur Rofiq menyampaikan, rute baru itu bakal terhubung dengan rute pertama.

”Gambarannya nanti dari Terminal Talangagung (Kepanjen) sampai Terminal Arjosari atau sebaliknya,” kata dia. Jika dirinci, rute dari Terminal Talangagung bakal melewati beberapa kecamatan di Kabupaten Malang. Yakni Kepanjen, Gondanglegi, Bululawang, sampai ke Kota Malang. 

Di Kota Malang, bus bakal berhenti di Terminal Hamid Rusdi. Kemudian dari Terminal Hamid Rusdi akan diarahkan menuju Terminal Arjosari. Untuk bisa ke Terminal Arjosari, ada dua opsi yang dilalui. ”Bisa lewat Gedung MCC (Malang Creative Center) atau depan Perumahan Araya,” sambung Rofiq. 

Kendati demikian, rangkaian rute yang disampaikan dalam rapat kemarin belum pasti. Agar bisa terealisasi, Rofiq mengaku masih butuh beberapa koordinasi lanjutan.

”Sebab, tadi dari kabupaten ada yang menghendaki lewat Kecamatan Gondanglegi atau jalur tengah yang melewati Pabrik Gudang Baru untuk bisa sampai ke Terminal Hamid Rusdi,” terang dia.

Selain dari kabupaten, pertimbangan operasional koridor dua juga mempertimbangkan dinamika lalu lintas dan angkutan di Kota Malang. Terlebih, Pemkot Malang sedang mengkaji rerouting atau perubahan trayek angkot.

”Khawatirnya nanti rerouting berimpitan dengan rute Bus Trans Jatim. Maka saya minta agar mengutamakan rute Bus Trans Jatim dulu kemudian rerouting menyesuaikan,” ucap Rofiq.

Terkait dengan rerouting maupun kebijakan angkot pelajar di Kota Malang, dia enggan berkomentar karena program-program itu murni wewenang pemkot. 

Namun, dia mengimbau ada perencanaan yang matang sehingga mencegah gesekan dengan angkot. Selain rangkaian rute, pemprov juga sedang menyiapkan biaya operasional kendaraan (BOK) untuk Bus Trans Jatim koridor dua. 

Selama setahun, anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 17 miliar. Nilai itu belum termasuk gaji pegawai atau SDM yang dilibatkan di koridor dua. Untuk SDM, terutama driver bus, Rofiq menyarankan agar merekrut dari sopir-sopir angkot. 

Namun, saran itu bakal dikembalikan kepada calon operator. Calon operator juga bisa berbeda dengan koridor satu yang dipegang oleh PO Bagong, Restu, dan Tentrem. Ke depan, dishub bakal kembali membuka tender untuk operator.

Di samping koridor dua, ada rencana untuk membuka koridor tiga. Untuk koridor tiga, rencananya bakal menghubungkan antara Kota Batu, Terminal Arjosari di Kota Malang, dan Kecamatan Tumpang di Kabupaten Malang.

”Namun untuk koridor tiga kemungkinan tidak (terealisasi) tahun 2026. Kami utamakan di kawasan Malang selatan dulu,” tutur Rofiq. Ada beberapa pertimbangan yang membuat koridor tiga tidak dilaksanakan dalam waktu dekat. Salah satunya untuk meminimalkan gesekan dengan angkot yang kebanyakan berada di kawasan Arjosari. (mel/by)

 

 

Editor : Bayu Mulya Putra
#trans jatim malang #Trans Jatim Kota Malang #rute baru bus trans jatim #dishub jatim #bus Trans Jatim