MALANG KOTA, RADAR MALANG – Koordinator Wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kota Malang Muhammad Athoillah membenarkan adanya keterlambatan pencairan dana operasional untuk SPPG. Sesuai mekanisme, dana itu biasanya dikirim untuk operasional dua pekan.
”Seharusnya (dikirim) Jumat pekan lalu, tetapi baru dikirim Senin dan Selasa pekan ini,” kata dia. Ditanya terkait jumlah SPPG yang berhenti sementara, Athoillah belum mendapatkan data pastinya. Sebab keterlambatan pencairan itu tidak terlalu lama.
”Kemarin belum sempat mendata seluruh SPPG yang berhenti beroperasi, karena ada yang sudah aktif lagi hari Selasa (9/6),” terangnya. Dia memperkirakan, seluruh dapur MBG di Kota Malang akan beroperasi kembali paling lambat hari ini (12/6).
”Hari ini (Kamis) sudah banyak yang beroperasi lagi. Paling lambat Jumat semuanya sudah ditransfer dana operasionalnya,” kata Athoillah. Keterangan yang disampaikan dia diperkuat salah satu pengelola SPPG yang enggan disebutkan namanya.
Kepada Jawa Pos Radar Malang, dia menyebut bahwa sampai Senin lalu (8/6), 20 persen SPPG di Kota Malang belum mendapat pencairan dari BGN.
”Tapi infonya kemarin (Rabu) sudah cair semua untuk (SPPG) yang Kota Malang,” kata dia. Lelaki paro baya itu membenarkan bahwa mekanisme operasional SPPG sekarang lebih ketat.
SPPG tidak boleh mengandalkan reimbursement atau dana talangan untuk menjalankan operasional. Mereka harus menunggu dana cair dari Badan Gizi Nasional (BGN) lebih dulu.
Di tempat lain, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Rudiyanto mengaku sempat menerima pemberitahuan penghentian pengiriman MBG dari SPPG sejak 5 Juni lalu.
Jeda penyaluran MBG itu disampaikan SPPG Penanggungan di Jalan Mayjend Panjaitan. Alasannya karena dana yang terlambat cair.
Menurut Rudi, itu kali pertama SPPG yang menyuplai MBG ke sekolahnya menjeda pengiriman. ”Anak-anak kebetulan juga sedang ujian, jadi pulang cepat,” ujar Rudi.
Berdasar pantauan MKKS SMP Swasta, baru sebagian SMP swasta yang menerima MBG. Tidak sampai 80 persen. (adk/aff/by)
Editor : Bayu Mulya Putra