MALANG KOTA, RADAR MALANG - Rencana penambahan koridor dua Bus Trans Jatim terus dimatangkan. Salah satunya yakni menentukan titik henti bus jika koridor dua jadi mengaspal dari Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang sampai Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing.
Seperti diberitakan, rencananya koridor dua itu mulai beroperasi pada Oktober 2026. Pengawas Satuan Pelayanan (Wassatpel) Terminal Tipe A Arjosari Mega Perwira Donowati mengatakan, pihaknya kemungkinan akan mengusulkan Terminal Tipe C Arjosari untuk menjadi titik henti bus.
Baca Juga: Oktober, Rute Baru Bus Trans Jatim di Malang Raya Bakal Beroperasi
”Karena kalau di Terminal Tipe A Arjosari, kami khawatir akan bersinggungan dengan bus AKAP maupun bus AKDP,” kata dia, kemarin (12/6). Menurut Mega, Bus Trans Jatim berpotensi bersinggungan dengan bus AKAP maupun bus AKDP karena jika masuk ke Terminal Tipe A Arjosari akan melalui jalan yang sama.
Yakni sepanjang Jalan Raden Intan. ”Hal tersebut tentunya akan meningkatkan arus lalu lintas, sehingga menjadi semakin padat,” imbuhnya. Mega menyebut bahwa Bus Trans Jatim lebih cocok melintas di Jalan Raden Panji Suroso. Lalu belok ke kanan menuju Terminal Tipe C Arjosari yang biasanya menjadi tempat mangkal angkutan kota (angkot).
Di samping mencegah peningkatan arus lalu lintas di Jalan Raden Intan, jika dimasukkan ke Terminal Tipe C Arjosari, kondisi di sana bakal semakin hidup. Lebih lanjut juga bisa menumbuhkan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi publik. Baik angkot maupun Bus Trans Jatim untuk menuju ke destinasi tertentu di Malang Raya.
Baca Juga: Pemprov Jatim Mulai Bahas Rencana Tambah Koridor Bus Trans Jatim
Jika Terminal Tipe C Arjosari jadi digunakan, tentunya akan ada perbaikan. Salah satunya di gerbang atau pintu masuk. Karena selama ini, gerbang hanya bisa dimasuki kendaraan roda empat seperti mobil atau kendaraan roda dua.
”Kami juga akan minta supaya ditambah penanda. Agar pengguna transportasi yang dari Terminal Tipe A Arjosari tidak bingung jika ingin mengakses Bus Trans Jatim di Terminal Tipe C Arjosari,” sambung Mega. Kendati demikian, dia menegaskan bahwa pembahasan koridor dua Bus Trans Jatim belum sampai ke mekanisme titik henti bus di Terminal Arjosari.
Saat rapat bersama di Dishub Provinsi Jatim pada 10 Juni lalu, pembahasan baru sebatas menginventarisasi usulan rute maupun titik henti di luar terminal. Pihaknya pun mendukung penuh jika Bus Trans Jatim masuk ke Terminal Arjosari.
”Karena selama ini para penumpang atau pengguna bus membutuhkan transportasi lanjutan,” tegas Mega. Dengan demikian, pilihan transportasi semakin beragam. Ada ojek online, angkot, hingga Bus Trans Jatim. Mega menyebut, kebutuhan transportasi semakin meningkat. Terutama saat momentum libur panjang. (mel/by)
Editor : A. Nugroho