Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Delegasi Kamboja Belajar Pengelolaan Sampah di TPA Supit Urang

Nahdiatul Affandiah • Senin, 15 Juni 2026 | 15:10 WIB
BELAJAR TENTANG SAMPAH: Delegasi Kamboja meninjau langsung berbagai fasilitas di TPA Supit Urang, Rabu lalu (10/6). Melihat  jembatan timbang berbasis digital, fasilitas pemilahan sampah, sampai unit pengomposan.
BELAJAR TENTANG SAMPAH: Delegasi Kamboja meninjau langsung berbagai fasilitas di TPA Supit Urang, Rabu lalu (10/6). Melihat jembatan timbang berbasis digital, fasilitas pemilahan sampah, sampai unit pengomposan.

 MALANG KOTARADAR MALANG Pengelolaan sampah di TPA Supit Urang, Kota Malang, jadi perhatian delegasi Pemerintah Kerajaan Kamboja. Beberapa waktu lalu (10/6), mereka mempelajari praktik pengelolaan sampah terpadu yang diterapkan di sana. Lalu, meninjau langsung berbagai fasilitas di TPA Supit Urang dan belajar mengoptimalkan pendapatan daerah dari sektor itu.

 Selama meninjau langsung, melihat bagaimana jembatan timbang berbasis digital beroperasi. Memantau fasilitas pemilahan sampah, unit pengomposan, sel sanitary landfill. Lelu, melihat Instalasi Pengolahan Air Lindi (IPAL) yang gunakan teknologi Membrane Bioreactor (MBR).

 Delegasi Pemerintah Kamboja berjumlah 43 orang. Terdiri atas para pejabat dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Transportasi, serta Kementerian Lingkungan Hidup Kamboja. Rombongan juga mencakup sejumlah kepala daerah, termasuk wali kota, dan wakil gubernur dari berbagai provinsi di Kamboja.

 Dalam sesi diskusi yang dimoderatori Evy Steelyana dari Crisil Intelligence dan didukung Bank Dunia, para peserta memperoleh pemaparan mengenai sistem pengelolaan sampah yang menangani sekitar 700 ton sampah per hari.  ”Kawasan seluas 32,9 hektare ini terus dikembangkan sebagai pusat pengelolaan sampah terpadu yang mengedepankan prinsip ekonomi sirkular melalui pemanfaatan kembali material daur ulang dan produksi kompos,” kata Kepala TPA Supit Urang Arief Darmawan

Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang juga memaparkan berbagai inovasi digital yang diterapkan untuk mengoptimalkan pendapatan daerah. ”Pada tahun 2025, realisasi pendapatan sektor persampahan tercatat mencapai lebih dari Rp25 miliar atau sekitar 119 persen dari target yang telah ditetapkan,” ujarnya.

 Delegasi Kamboja menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Kota Malang dalam mengintegrasikan aspek lingkungan, teknologi, dan tata kelola pengelolaan sampah. TPA Supit Urang  jadi contoh bagi pemerintah daerah lain dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan berorientasi pada ekonomi sirkular.

Pertemuan juga membahas rencana pengembangan fasilitas Refuse-Derived Fuel (RDF), revitalisasi fasilitas pengolahan sampah, serta peluang kerja sama dan pertukaran pengetahuan pengelolaan sampah berkelanjutan antara Indonesia dan Kamboja. (aff/gp)

 

 

Editor : Galih R Prasetyo
#Pemerintah Kamboja #sampah kota malang #tpa supit urang #pengelolaan sampah