MALANG KOTA – Ingin menguasai teknik memadamkan kobaran api secara tradisional? Pakai handuk atau kain tebal yang sudah dibasahi menggunakan air, lalu tutupkan ke kobaran api. Itulah yang disampaikan tim simulasi pemadaman api di Grha Purva Praja, Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang kemarin (14/6). Simulasi diikuti 341 personel dari 3 kecamatan.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang Pandu Rizki Darmawan mengatakan, simulasi pemadaman api merupakan rangkaian dari bimbingan teknis pencegahan dan penanggulangan kebakaran bagi masyarakat. Rangkaian kegiatan tersebut sudah berlangsung sejak 7 Juni lalu.
"Untuk tanggal 7 Juni diikuti 341 orang dari Kecamatan Kedungkandang, Lowokwaru, dan Klojen," kata Pandu di sela kegiatan.
Kemudian dilanjutkan pada 11 Juni yang diikuti oleh delapan orang. Sementara kemarin (14/6) juga diikuti 341 orang. Mereka berasal dari Kecamatan Klojen, Sukun, dan Blimbing.
Sebelum mengikuti simulasi pemadaman api, dia melanjutkan, para peserta mendapat materi secara teori. Mulai teori api hingga dasar penanganan kebakaran. Baru dilanjutkan dengan praktik lapangan.
"Kami ajarkan mereka (peserta) memadamkan api dengan cara tradisional yakni menggunakan handuk yang dibasahi air maupun menggunakan APAR," tegas Pandu.
Simulasi tersebut bertujuan agar warga semakin memahami cara pemadaman api. Menurut Pandu, selama ini banyak orang yang khawatir memadamkan api. Terutama yang ditimbulkan dari pemasangan selang gas yang kurang tepat.
"Banyak yang takut gasnya meledak. Padahal gas tidak bisa meledak. Yang meledak isi gasnya," sambung dia.
Dengan demikian, jika warga dihadapkan pada kondisi kebocoran gas, Pandu mengimbau tetap tenang.
"Caranya, regulator gas dicopot. Lalu buka ventilasi untuk menetralkan kandungan elpiji di ruangan. Selanjutnya bawa tabung ke ruang terbuka dan cegah terjadinya percikan," terang mantan Sekretaris Kelurahan Tunjungsekar tersebut.
Sementara APAR sendiri sudah banyak tersedia di fasilitas umum. Namun, warga perlu mengetahui cara menggunakannya, sehingga teknik penggunaan APAR juga turut disimulasikan. (mel/dan)
Editor : Mahmudan