Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Usulan Rute Bus Trans Jatim dari Pemkot Malang Tunggu Hasil Diskusi dengan Paguyuban Angkot

Nabila Amelia • Selasa, 16 Juni 2026 | 18:03 WIB
ANTISIPASI KONFLIK: Salah satu angkot melintas di depan Bus Trans Jatim di Jalan Basuki Rahmat, kemarin (15/6). (Nabila Amelia/Radar Malang)
ANTISIPASI KONFLIK: Salah satu angkot melintas di depan Bus Trans Jatim di Jalan Basuki Rahmat, kemarin (15/6). (Nabila Amelia/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Bus Trans Jatim koridor II rencananya mengaspal dari Terminal Talangagung, Kepanjen sampai Terminal Arjosari. Meski begitu, rute yang akan dilalui di Kota Malang belum dirinci Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur.

Kepala Dishub Kota Malang R Widjaja Saleh Putra mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah menyusun usulan rute. ”Namun belum kami sampaikan karena masih harus berdiskusi dengan paguyuban angkutan kota (angkot),” kata dia, kemarin (15/6). 

Jaya melanjutkan, pada prinsipnya, pihaknya menaruh atensi terhadap konsep koridor dua yang sudah dibuat Dishub Provinsi Jatim. Namun, konsep dari Dishub Provinsi Jatim akan disinergikan kembali dengan kondisi di Kota Malang.

”Apalagi kami juga ada rencana rerouting atau rencana pengalihan ulang rute angkot. Kami tidak ingin menimbulkan konflik, tapi juga tetap meningkatkan layanan,” tegas Jaya. Selain itu, pihaknya juga mempertimbangkan rute-rute yang rawan bersinggungan dengan angkot.

Sebagai contoh dari Terminal Hamid Rusdi ke Terminal Arjosari yang melewati Jalan Mayjen Sungkono terbilang aman. Namun untuk rute-rute selanjutnya merupakan rute-rute yang banyak dilewati angkot. ”Kami masih mengkaji untuk ke Terminal Arjosari bisa lewat kawasan Sulfat atau ada opsi lain,” imbuh Jaya.

Aspek lain yang disoroti Jaya adalah mekanisme jika Bus Trans Jatim masuk ke Terminal Arjosari. ”Kalau saya setuju bus masuk dan bisa diakses di Terminal Tipe C Arjosari yang selama ini digunakan angkot,” ucap Jaya.

Di tempat terpisah, Sekretaris Organda Kota Malang Purwono Tjokro Darsono menilai bahwa penambahan koridor Bus Trans Jatim merupakan langkah yang baik. Namun, pihaknya menyayangkan sikap pemkot yang terkesan bergantung kepada Dishub Provinsi Jatim.

Di sisi lain, pengelolaan transportasi publik dengan rencana-rencana yang dijanjikan seperti feeder dan angkot pelajar tak segera direalisasikan. ”Keseriusan pemkot belum terlihat,” kata lelaki yang akrab disapa Ipung itu.

Dia juga tidak menampik jika ada rencana-rencana mengarahkan Bus Trans Jatim ke Terminal Arjosari bakal mendapat protes dari paguyuban angkot. ”Karena di sekitaran Jalan Raden Panji Suroso sampai Terminal Arjosari itu rute-rute gemuk dari angkot. Bukan tidak mungkin mereka menolak,” imbuh dia.(mel/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
#angkot malang #bus trans jatim malang #bus trans jatim koridor 2 #Dishub Kota Malang #bus Trans Jatim