Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kerahkan 627 Petugas, Sensus Ekonomi di Kota Malang Bakal Soroti Empat Data

Nahdiatul Affandiah • Selasa, 16 Juni 2026 | 19:08 WIB
SIAP TURUN: Petugas sensus ekonomi 2026 dikukuhkan oleh Wali Kota Malang di halaman Balai Kota Malang, kemarin (15/6). (Nahdiatul Affandiah/Radar Malang)
SIAP TURUN: Petugas sensus ekonomi 2026 dikukuhkan oleh Wali Kota Malang di halaman Balai Kota Malang, kemarin (15/6). (Nahdiatul Affandiah/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Tiap 10 tahun, data terkait usaha-usaha warga di tiap daerah harus diperbarui. Itu sesuai amanat Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Di Kota Malang, sensus ekonomi yang terakhir dilakukan pada 2016. 

Tahun ini, sensus serupa bakal dilakukan. Sebanyak 627 petugas bakal berkeliling ke tiap RT dan RW. Mendatangi satu per satu warga di Kota Malang. Mereka bakal membawa angket dengan sederet pertanyaan seputar identitas usaha, legalitas, profit usaha, hingga kondisi finansial dan ketenagakerjaan. 

Hasilnya nanti berupa data agregat yang bisa digunakan pemerintahan dan pelaku usaha untuk menganalisis pasar. Berdasar hasil sensus ekonomi pada 2016 lalu, setidaknya ada empat garis besar data yang perlu diketahui. Pertama, terkait potensi ekonomi di Kota Malang yang dengan melihat sumber daya dan laju pertumbuhan ekonomi. 

”Selanjutnya bisa ditarik pembahasan tentang tantangan pembangunan ekonomi di Kota Malang yang diukur dari kualitas sumber daya dan ketersediaan infrastruktur,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Umar Sjaifuddin. Pembahasan ketiga berisi pengembangan potensi ekonomi. 

Yang terakhir yakni analisis mengembangkan tri bina cita Kota Malang sebagai kota pendidikan, pariwisata, dan industri. Menurut Umar, kurang lebih struktur pembahasan dalam sensus ekonomi 2026 hampir sama.

”Kalau dibanding 10 tahun lalu, infrastruktur dan usaha di Kota Malang kan sudah jauh berkembang, jadi akan kami petakan yang terbarunya,” lanjut Umar. 

Sebagai contoh, jumlah penduduk Kota Malang saat itu masih 856.410 jiwa. Sementara saat ini sudah ada 891.859 jiwa. Selain itu, infrastruktur, baik jalan maupun tempat usaha juga banyak yang berkembang.

Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menekankan pentingnya data sensus ekonomi ini sebagai penentu arah kebijakan.

Pemkot Malang membutuhkan data riil untuk menggerakkan ekonomi seperti potensi UMKM, jumlahnya, hingga fluktuasi omzet yang diperoleh. Terutama untuk sektor potensial seperti ekonomi, pendidikan, dan pariwisata.

Wahyu menyebut potensi dari tiga sektor itu cukup besar. Namun belum ada data pembaruan terkait fluktuasinya dalam 10 tahun untuk melihat pola ekonomi dan pendidikan yang terjadi di Kota Malang. ”Dengan data sensus ekonomi 2026 itu tentu akan lebih mudah menyusun perencanaan dalam mengelola kota,” pungkasnya. (aff/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
#sensu ekonomi #sensus ekonomi kota malang #ekonomi Kota Malang #malang hari ini #Pemkot Malang