Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Realisasi MBG untuk Ibu Hamil di Kota Malang Baru 34 Persen

Andika Satria Perdana • Jumat, 19 Juni 2026 | 14:30 WIB
PERLU DITINGKATKAN: MBG di salah satu SPPG di Kota Malang tengah disiapkan untuk didistribusikan. Realisasi Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk kategori 3B masih 34 persen. (Foto: Darmono/Radar Malang)
PERLU DITINGKATKAN: MBG di salah satu SPPG di Kota Malang tengah disiapkan untuk didistribusikan. Realisasi Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk kategori 3B masih 34 persen. (Foto: Darmono/Radar Malang)

 MALANG KOTA -RADAR MALANG-Realisasi Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk kategori 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita) masih perlu ditingkatkan. Satu indikasi, capaiannya masih 34 persen hingga 18 Juni. Upaya percepatan masih terhambat pendataan hingga dinamika di masyarakat.

 Koordinator SPPI Kota Malang Muhammad Athoillah mengatakan, target penerima manfaat 3B sebanyak 50 ribu orang. Namun baru tercapai 17 penerima saat ini. ”Mulai awal Juni BGN (Badan Gizi Nasional) mulai meningkatkan capaian 3B. Saat ini dilakukan bertahap,” terangnya.

 Per Juni, setiap dapur MBG wajib menyediakan 300 porsi untuk kategori 3B. Angka itu sebenarnya belum maksimal. Karena seharusnya setiap dapur bisa mencapai 500 porsi. Tanpa mengurangi jatah penerima manfaat kategori siswa sekolah.

Terkait belum tercapainya target 3B, Atho menerangkan, disebabkan beberapa hal. Salah satunya, proses pendataan dan validasi yang membutuhkan waktu. Terlebih lagi, ada beberapa SPPG yang baru beroperasi. ”Proses verifikasi membutuhkan waktu, sehingga nanti akan bertambah secara bertahap,” terangnya.

 Pada proses pendaftaran, SPPI bekerja sama dengan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), melalui petugas lapangan. Data penerima disiapkan BKKBN, kemudian SPPG melakukan verifikasi dengan petugas lapangan. Selain pendataan, kendala lain yang dihadapi adalah beberapa masyarakat memilih menolak MBG 3B. 

Atho menjelaskan, alasannya karena kondisi ekonomi penerima manfaat. Mereka sanggup memenuhi kebutuhan gizinya sendiri. ”Ada juga yang menganggap masih banyak (orang) lain yang lebih membutuhkan. Tetapi itu tidak banyak,” ungkap dia. 

 Ke depan, proses penyaluran MBG akan dikoordinasikan dengan posyandu. Sehingga penanganan stunting bisa lebih tepat sasaran. Itu menyusul, posyandu bisa memantau langsung kondisi penerima manfaat 3B. 

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi dijalankan secara bertahap mulai 6 Januari 2025 pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Fokus utamanya adalah meningkatkan kualitas SDM dan mencegah stunting. (adk/gp)

Editor : Galih R Prasetyo
#MBG di Kota Malang Distop #MBG 3B #Makan Bergizi Gratis #Mbg