”Urusan utang iku koyok jangan glombyaran. Masio titik, roso mangkel tetep onok lek utange ga disaur.”
MALANG KOTA, RADAR MALANG - Istilah ini erat hubungannya dengan masakan. Pemerhati Bahasa Malangan Restu Respati menjelaskan, glombyaran adalah istilah untuk masakan yang rasanya hambar karena kurang bumbu.
”Biasanya lebih umum untuk masakan yang berkuah yang terlalu cair kurang santan,” kata dia. Bisa juga masakan tersebut kelebihan air.
Baca Juga: Lingua Franca: Sortok, Istilah Khas Dorong Motor yang Berasal dari Bahasa Madura dan Osing
”Kalau asal mulanya istilah itu dari Jawa Tengah, lalu menyebar sampai ke Malang,” imbuh dia.
Istilah itu memang tertera dalam Kamus Bahasa Jawa-Indonesia (KBJI) yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI. Di dalamnya, glombyaran disebutkan sebagai onomatope atau istilah dari tiruan bunyi.
Di kamus itu, disebutkan bahwa istilah tersebut memiliki dua makna. Satu masakan atau sayuran yang kebanyakan kuah. Makna satunya yakni badan yang gemuk. Dengan daging atau lemak yang kendur dan menggelambir.
Baca Juga: Lingua Franca: Ngintik, Istilah Khas dari Budaya Mataraman
Di Malang Raya, istilah glombyaran juga bisa digunakan untuk minuman. Biasanya digunakan untuk menunjukkan kopi yang terlalu encer. (biy/by)
Editor : A. Nugroho