KOTA MALANG, RADAR MALANG – Minyak jelantah yang selama ini kerap dianggap limbah rumah tangga ternyata mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Melalui Program Sedekah Jelantah yang diinisiasi Rumah Zakat, ratusan kilogram minyak bekas pakai berhasil dihimpun setiap bulan untuk mendukung layanan kesehatan lansia di Kota Malang.
Program yang telah berjalan beberapa tahun terakhir itu menunjukkan perkembangan positif. Setelah berhasil mengumpulkan sekitar 1 ton minyak jelantah pada periode sebelumnya, kini partisipasi warga Kota Malang mampu menghasilkan rata-rata 100 kilogram minyak jelantah setiap bulan.
Minyak jelantah yang terkumpul berasal dari rumah tangga dan komunitas masyarakat. Selanjutnya, minyak tersebut disalurkan kepada mitra pengolah untuk diolah menjadi produk yang lebih ramah lingkungan dan memiliki nilai ekonomi.
Hasil penjualan minyak jelantah kemudian dimanfaatkan untuk mendukung berbagai layanan kesehatan lansia yang dijalankan di 15 posyandu binaan Rumah Zakat yang tersebar di wilayah Kecamatan Sukun, Kedungkandang, dan Blimbing. Dana tersebut digunakan untuk menunjang operasional posyandu, mulai dari pemeriksaan kesehatan rutin, penyediaan alat skrining kesehatan lansia, hingga pemberian makanan tambahan (PMT).
Keberadaan program ini dinilai mampu menghadirkan sumber pendanaan yang berkelanjutan bagi layanan kesehatan lansia. Dengan dukungan masyarakat yang terus meningkat, berbagai kegiatan kesehatan dapat berjalan secara rutin dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
PIC Program Sedekah Jelantah Rumah Zakat, Rani Rakhmawati, mengatakan bahwa program ini menjadi contoh nyata bagaimana limbah rumah tangga dapat diubah menjadi gerakan sosial yang memberi dampak luas bagi masyarakat.
“Melalui Sedekah Jelantah, masyarakat tidak hanya berkontribusi menjaga lingkungan dengan tidak membuang minyak bekas secara sembarangan, tetapi juga turut membantu keberlangsungan layanan kesehatan bagi para lansia. Ini adalah bentuk sedekah sederhana yang manfaatnya bisa dirasakan banyak orang,” ujarnya.
Menurut Rani, meningkatnya kesadaran masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga keberlangsungan program tersebut. Selain mengurangi risiko pencemaran lingkungan akibat pembuangan minyak jelantah, program ini juga mendorong budaya kepedulian sosial melalui pemanfaatan limbah yang bernilai ekonomi.
Rumah Zakat berharap semakin banyak warga, komunitas, maupun lembaga yang terlibat dalam gerakan Sedekah Jelantah. Dengan semakin luasnya partisipasi masyarakat, manfaat yang dihasilkan diharapkan terus berkembang sehingga mampu memperkuat layanan kesehatan lansia dan meningkatkan kualitas hidup mereka secara berkelanjutan di Kota Malang. (*)
Editor : A. Nugroho