MALANG KOTA, RADAR MALANG - Jumlah penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang berpotensi menyusut. Itu setelah pemerintah pusat lewat Badan Gizi Nasional (BGN) berniat mengevaluasi penerima dari jenjang SMA sederajat.
Sampai bulan Juni, jumlah penerima dari jenjang itu di Kota Malang mencapai 30 ribu orang. Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, penyesuaian penerima manfaat dilakukan agar MBG lebih tepat sasaran.
Ke depan, tidak semua sekolah bakal mendapatkan program itu lagi. Sekolah yang memiliki siswa dengan ekonomi di atas rata-rata akan dicoret dalam daftar penerima MBG.
Pada 18 Juni lalu, BGN resmi mengumumkan 76 SMA/SMK tidak akan mendapatkan MBG lagi. Namun nama-nama sekolahnya belum dijabarkan lebih lanjut. Kemungkinan jumlah itu bisa bertambah dengan evaluasi yang dilakukan BGN pada libur semester ganjil saat ini.
Koordinator Wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kota Malang Muhammad Athoillah menyampaikan, dari 76 sekolah yang dicoret, belum ada informasi yang terkait nama sekolah di wilayahnya. Kemungkinan evaluasi masih dilanjutkan. Sehingga pengumuman nama sekolah masih menunggu proses itu tuntas.
”Sampai saat ini kami belum menerima informasi sekolah yang dihapus sebagai penerima MBG. Kemungkinan menjelang tahun ajaran akan diumumkan,” terang dia.
Sebagai petugas di lapangan, SPPI akan mengikuti instruksi dari BGN. Pihaknya juga masih menunggu petunjuk teknis terkait evaluasi MBG untuk siswa jenjang SMA.
Atho menambahkan, hingga Juni ini, penerima MBG jenjang SMA sederajat di Kota Malang mencapai 30 ribu orang. Jumlah itu mencakup 17 persen dari total penerima MBG Kota Malang.
Jika dilakukan pengurangan penerima, dia yakin itu tidak berdampak signifikan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
”Kemungkinan tidak sampai menutup SPPG, karena jumlahnya tidak terlalu banyak. Mayoritas SPPG melayani untuk anak SD dan SMP,” jelasnya.
Terlebih, lanjut dia, saat ini SPPG diminta untuk menambah sasaran penerima manfaat dari kategori 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita).
Sampai Juni, realisasi untuk kategori 3B mencapai 34 persen. Sementara total warga yang termasuk kategori 3B di Kota Malang mencapai 50 ribu orang.
Jumlah warga yang sudah menerima MBG baru 17 ribu orang. ”Mungkin bisa anggarannya dikurangi atau dialihkan untuk 3B, karena capaiannya masih di bawah 50 persen. Nanti keputusannya ada di pusat (BGN),” tambah Atho. (adk/by)
Editor : Bayu Mulya Putra