Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Wali Kota Malang Dukung Rencana Penyesuaian Penerima MBG dari Kalangan Pelajar SMA Sederajat

Nabila Amelia • Jumat, 26 Juni 2026 | 15:03 WIB
BERI DUKUNGAN: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat (tengah) memberi keterangan kepada awak media, beberapa waktu lalu. (Darmono/Radar Malang)
BERI DUKUNGAN: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat (tengah) memberi keterangan kepada awak media, beberapa waktu lalu. (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mendukung rencana penyesuaian penerima manfaat MBG yang dicanangkan Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurut dia, dengan anggaran terbatas, penerima program itu harus benar-benar warga yang membutuhkan. Ditambah lagi masih kurangnya realisasi untuk kategori 3 (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita). 

Jika sekolah dinilai mampu, Wahyu menyebut bahwa penyesuaian menjadi keputusan yang bijak. Dengan intervensi langsung kepada kategori 3B, pencegahan kasus stunting juga bisa dimaksimalkan.

 ”Dari BGN untuk kualitas SPPG tidak masalah, jarang ditemui kendala di Kota Malang. Yang menjadi catatan hanya realisasi 3B masih rendah,” tuturnya.

Sementara itu, rencana distribusi MBG untuk kategori 3B mendapat dukungan dari sejumlah warga. Seperti disampaikan Vinka (bukan nama sebenarnya). Menurut dia, masih banyak kelompok masyarakat lain yang lebih cocok menjadi penerima manfaat MBG. 

Anak Vinka yang bersekolah di salah satu SMA di Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru sebenarnya termasuk penerima manfaat MBG.

”Namun kalau saya pribadi tidak masalah kalau anak tidak dapat MBG. Karena saya dapat cerita dari anak, meskipun dapat MBG, ada yang tidak mau makan, termasuk anak saya,” ungkap ibu dua anak tersebut. 

Vinka sendiri juga tidak mengetahui alasan pasti mengapa MBG yang diberikan tidak habis atau tidak dimakan. Ada murid-murid yang memang membawa bekal ke sekolah. Namun ada juga yang memang tidak cocok dengan menu MBG yang diberikan.

Menurut Vinka, selama ini anaknya mendapat MBG dari salah satu SPPG di Kelurahan Mojolangu. Lokasinya tidak jauh dari SMA tempat anaknya bersekolah. ”Setahu saya dari SPPG di sana sudah tidak menyalurkan MBG dalam satu bulan terakhir karena sedang ter-suspend,” cerita Vinka. 

Senada dengan Vinka, seorang wali murid lain bernama Siti (bukan nama sebenarnya) setuju jika MBG dialihkan ke kelompok masyarakat yang lebih membutuhkan. ”Saya setuju karena saya lihat MBG banyak mubazirnya,” tegas dia.

Agar tidak mubazir, Siti berharap masing-masing SPPG melakukan evaluasi terhadap menu-menu yang disajikan. Tidak hanya dari segi gizi, tapi juga variasi menu.(adk/mel/by)

 

Editor : Bayu Mulya Putra
#Evaluasi MBG #MBG untuk pelajar SMA #BGN #Wali Kota Malang #wahyu hidayat