Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jelang Tahun Ajaran Baru, Buyback Emas di Kota Malang Mulai Meningkat

Nahdiatul Affandiah • Selasa, 30 Juni 2026 | 17:04 WIB
BUYBACK MENINGKAT: Salah satu pegawai Toko Emas Bulan Purnama Cabang Matos menunjukkan koleksi dua logam mulia, kemarin. (Darmono/Radar Malang)
BUYBACK MENINGKAT: Salah satu pegawai Toko Emas Bulan Purnama Cabang Matos menunjukkan koleksi dua logam mulia, kemarin. (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Toko emas dan pegadaian mulai ramai dikunjungi para wali murid. Transaksi yang dilakukan mayoritas buyback atau menjual kembali emas dan gadai logam mulia. Karena berdekatan dengan tahun ajaran baru, mayoritas alasan warga melakukannya yakni untuk biaya pendidikan anak.

Logam mulia yang paling banyak dijual dari merek Antam. Meski harganya turun, banyak nasabah tetap menjualnya karena kebutuhan pendidikan yang mendesak. Dari harga yang sempat melambung hingga Rp 3,3 juta per gram, kini hanya dibanderol Rp 2,8 juta saja. 

Simulasi harga buyback juga makin rendah, biasanya hanya terjual Rp 2,5 juta saja per gramnya. ”Meski nasabah yang jual emas sudah meningkat sejak Mei, tapi tahun ini tidak terlalu ramai,” ujar Purwanto, Staf Toko Bulan Purnama Cabang Matos. 

Peningkatan nasabah yang jual emas hanya berada di kisaran 10 persen saja. Tak seperti tahun lalu yang meningkat hingga 40 persen. Gramasi yang banyak dijual oleh nasabah berasal dari logam mulia dengan bobot ringan. 

Biasanya hanya di gramasi 1 sampai 5 gram saja. Sebab, mayoritas dari mereka berniat membeli lagi ketika uang tabungan sudah kembali. Selain peningkatan buyback emas, penjualan logam mulia di Toko Emas Bulan Purnama juga meningkat. Namun merek yang banyak dibeli dari UBS Gold.

Sebab logam mulia itu paling murah dengan harga Rp 2,6 juta saja per gramnya. Manager Marketing Pegadaian Cabang Malang Jarwadi juga menuturkan bahwa nasabah gadai emas mulai mengalami peningkatan.

Namun jumlah transaksinya tak terlalu signifikan. ”Kalau dibanding hari biasa cenderung landai, tapi masih ada peningkatan sekitar 27 persen,” ujarnya.

Jarwadi memperkirakan landainya transaksi gadai emas itu untuk biaya pendidikan dipengaruhi fluktuasi harganya. Banyak nasabah wait and see, menunggu harga emas tinggi baru digadaikan. Sebab bulan ini harga emas turun drastis dibanding awal tahun 2026 lalu.

Transaksi tahun ini juga cenderung lebih sepi dibanding tahun lalu. Biasanya mendekati tahun ajaran baru, sejak bulan Mei sudah banyak yang antre untuk gadai logam mulia. Tahun lalu peningkatannya sampai dua kali lipat, namun tahun ini peminat nasabah gadai berkurang separo. (aff/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
#buyback emas #wali murid buyback emas #Kota Malang #Tahun Ajaran Baru #pendidikan kota malang