MALANG KOTA -RADAR MALANG Penghentian operasional Makan Bergizi Gratis (MBG) berdampak pada harga kebutuhan pokok. Beberapa komoditas mengalami penurunan harga. Salah satunya adalah daging ayam.
Penurunan harga daging hingga mencapai Rp 7.000 di pasar tradisional. Hal itu disampaikan pedagang ayam Pasar Besar Malang Laily. Dia mengatakan, harga ayam turun sejak masa libur sekolah. Bertepatan dengan berhentinya operasional SPPG untuk sementara.
Jika sebelumnya harga ayam berada di kisaran Rp 37 ribu per kilogram. Turun menjadi sekitar Rp 30 ribu per kilogram. ”Kemungkinan ada pengaruh dari SPPG yang berhenti sementara,” ujarnya.
Laily menyampaikan, SPPG tidak membeli ayam langsung dari pedagang pasar. Melainkan dari pabrik atau peternak langsung. Namun penghentian operasional tetap berdampak kepada rantai pasok. Sehingga harga di tingkat pasar mengalami penurunan.
Penurunan harga juga terjadi pada sejumlah komoditas lain seperti sayuran, telur, dan bumbu dapur. ”Ketika permintaan barang turun, harga di pasar juga ikut turun. Bukan hanya ayam, sayur dan bumbu-bumbu juga turun,” ungkapnya.
Laily melihat penurunan harga justru berdampak positif terhadap aktivitas jual beli di pasar. Jumlah pembeli meningkat sekitar 20 hingga 25 persen dibandingkan saat harga masih di angka Rp 37 ribu.
Dia memperkirakan, harga ayam akan kembali naik saat operasional SPPG dibuka. Jadwalnya pada pertengahan Juli mendatang. Laily berharap pemerintah menjaga stabilitas harga.
Terpisah salah satu pedagang sayur di Pasar Besar Abdul Rochman mengatakan, hampir seluruh jenis sayuran mengalami penurunan harga. Komoditas seperti sawi, kangkung, dan bayam turun hingga sekitar 50 persen. ”Harga sawi sebelumnya Rp 10 ribu per ikat. Kini menjadi Rp 5 ribu,” tuturnya.
Menurutnya, saat ada program MBG, hasil panen petani lebih mudah terserap dan permintaan meningkat. Sehingga harga di tingkat produsen ikut terdongkrak. Namun saat permintaan menurun sementara stok melimpah, harga di pasar ikut terkoreksi. (adk/gp)
Editor : Galih R Prasetyo