MALANG KOTA, RADAR MALANG - Salah satu platform pindar Sahabat Mikro Fintek (Samir) membeberkan, pada periode Januari sampai Mei 2026, penyaluran kredit memang meningkat. Di Kota Malang, mereka sudah menyalurkan Rp 25 miliar untuk 8 ribu debitur.
Dibanding periode sama pada tahun 2025 lalu, jumlah itu sudah meningkat 100 persen. Golongan debitur mereka berasal dari masyarakat umum usia 19 sampai 36 tahun. Mereka dari kalangan karyawan hingga pengusaha UMKM.
”Jadi biasanya untuk modal usaha atau biaya pendidikan. Pinjamannya juga tak besar, mulai Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta saja,” ujar Handy Juniandri, Direktur Utama Samir. Dia menyebut bahwa risiko NPL di Samir masih berada di angka 2 persen.
Pihaknya selalu menekankan transparansi biaya dan bunga sebelum debitur mengakses dana. Untuk itu setiap transaksi aman karena diawasi hukum dan patuh pada aturan OJK.
Kepala OJK Malang Farid Faletehan menyebut, seiring dengan peningkatan penyaluran pindar, persentase non-performing loan atau NPL juga ikut naik. Besaran kenaikannya mencapai 4,62 persen.
Padahal, bulan Maret lalu masih di angka 4,52 persen. Untuk diketahui, batas maksimal NPL adalah 5 persen. Semakin tinggi persentasenya, risiko pembayaran pinjaman yang bermasalah bakal lebih besar. ”Lebih dari 5 persen itu harus sangat waspada,” lanjut pejabat asli Bangka Belitung itu. (aff/by)
Editor : Bayu Mulya Putra