MALANG KOTA – RADAR MALANG- Kalangan legislatif kembali menagih janji realisasi angkutan pelajar. Program ini dilihat mampu jadi salah satu solusi meredam gejolak di kalangan sopir angkot. Sebelumnya, menyatakan penolakan terhadap rencana adanya Trans Jatim koridor dua.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Dito Arief Nurakhmadi mengatakan, program angkutan pelajar menjadi bentuk keberpihakan pemerintah terhadap angkutan kota. Saat ini kondisinya mengalami penurunan jumlah penumpang. Saat sudah beroperasi, sopir bakal memperoleh pendapatan yang lebih pasti.
”Pada tahun ini kami memperjuangkan anggaran Rp1,9 miliar untuk angkutan sekolah. Harapannya bisa segera direalisasikan, agar membantu kesejahteraan sopir angkot,” jelasnya. Dia mengatakan, belum terealisasinya angkutan pelajar menjadi salah satu kekecewaan para sopir. Ditambah lagi, ada wacana operasional Trans Jatim koridor dua.
Hal tersebut dilihat jadi salah satu pemicu yang membuat para sopir semakin terdesak. Mereka merasa pendapatan bisa semakin menurun. Apalagi dengan perkembangan zaman, banyak muncul ojek online di Kota Malang saat ini.
”Kekecewaan teman-teman sopir wajar. Karena mereka sudah menunggu dari beberapa bulan yang lalu,” terang Dito. Karena itu, pihak legislatif mendorong realisasi angkutan pelajar. Sebelumnya, ada rencana angkutan pelajar mempunyai aplikasi khusus. Saat ini, pemkot diklaim tinggal menunggu operator angkot menyelesaikan aplikasinya.
Lebih lanjut, Legislator Dapil Lowokwaru itu menekankan, angkutan pelajar ini bisa menjadi bagian awal penataan transportasi publik. Ke depan, angkot tidak hanya melayani trayek reguler. Diharapkan bisa menjadi feeder Bus Trans Jatim.
Dito memastikan, APBD Kota Malang bakal ditingkatkan setiap tahunnya untuk transportasi publik. Menurutnya, perlu ada revitalisasi besar-besaran agar angkot bisa difungsikan sebagai feeder. ”Termasuk membahas trayek baru bisa segera dilakukan,” tandas politisi dari partai Nasdem itu.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengatakan, sebenarnya tidak ada protes penolakan Trans Jatim. Para sopir hanya memastikan bakal dilibatkan menjadi feeder transportasi yang dibiayai Pemprov Jatim itu.
Untuk realisasi angkutan pelajar, Jaya memastikan akan dilaksanakan tahun ini. Karena kesiapan secara teknis sudah dirampungkan. Hanya menunggu regulasi.
Salah satunya, menunggu rancangan peraturan wali kota (ranperwali). Ranperwal program tersebut sudah selesai diproses di Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Jatim. ”Bulan Juli angkutan pelajar akan beroperasi, persiapan tinggal sedikit lagi,” pungkasnya. (adk/gp)
Editor : Galih R Prasetyo