Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

DPRD Kota Malang: Anggaran untuk Perawatan Taman Bakal Ditambah

Andika Satria Perdana • Jumat, 3 Juli 2026 | 19:02 WIB
JADI PRIORITAS: Tambahan dana untuk perawatan Taman Raya Langsep dan taman-taman lainnya di Kota Malang bakal diupayakan anggota dewan. (Darmono/Radar Malang)
JADI PRIORITAS: Tambahan dana untuk perawatan Taman Raya Langsep dan taman-taman lainnya di Kota Malang bakal diupayakan anggota dewan. (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Penambahan anggaran untuk perawatan ruang terbuka hijau (RTH) bakal menjadi prioritas dalam pembahasan APBD Perubahan 2026. Karena angka di dalam APBD induk terlalu kecil, DPRD Kota Malang memastikan bakal menambah anggarannya. Untuk diketahui, anggaran pemeliharaan 88 taman dan 9 hutan kota hanya dijatah Rp 350 juta selama setahun. 

Anggota Komisi C DPRD Kota Malang Arief Wahyudi menyampaikan, setelah pembahasan Laporan Pertanggungjawaban APBD 2025, ada Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) senilai Rp 303 miliar. Tambahan anggaran perawatan tanaman salah satunya akan diambil dari pos tersebut. 

Menurut Arief, ada kekurangan perencanaan anggaran. Dengan Silpa mencapai ratusan miliar, perangkat daerah yang mengeluhkan anggaran terlalu kecil bisa terbantu. ”Anggaran pemeliharaan taman kota hanya Rp 350 juta. Seharusnya itu bisa dipenuhi jika perencanaan anggaran dilakukan secara lebih akurat,” tegas dia. 

Melihat fakta itu, DPRD berencana memanfaatkan Silpa dalam pembahasan APBD Perubahan 2026 untuk menutup berbagai kekurangan anggaran yang dialami perangkat daerah. ”Jangan sampai fasilitas publik tidak terawat, anggaran Silpa harus bisa dimanfaatkan,” tambah legislator dapil Klojen itu. 

Dia menambahkan, seharusnya Pemkot Malang tidak hanya fokus menganggarkan program prioritas. Seperti program RT Berkelas, beasiswa, hingga seragam gratis.

Arief meminta anggaran bisa dialokasikan lebih proporsional, terutama untuk kebutuhan mendasar lainnya. ”Ini menjadi evaluasi bersama. Pelayanan dasar lainnya tidak boleh diabaikan,” ucap Arief. 

Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran menuturkan, anggaran Rp 350 juta dipastikan tidak cukup untuk pemeliharaan taman selama setahun. Sebab, alokasi itu sangat minim dan hanya cukup untuk proses pemeliharaan skala kecil. 

Seperti pembersihan sampah secara rutin. DLH belum bisa melakukan perbaikan fasilitas maupun rehabilitasi ruang terbuka hijau. ”Untuk (perawatan) Alun-Alun Merdeka saja butuh Rp 450 juta. Sehingga kami juga berharap ada tambahan anggaran, agar taman bisa lebih terawat,” tutur Raymond. (adk/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
#anggaran perawatan taman #PAK 2026 Kota Malang #dprd kota malang #taman kota malang #taman