MALANG KOTA -RADAR MALANG- Kawasan Muharto masih krisis Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Untuk mengatasi problem itu, Pemkot Malang terus bergerak. Salah satu langkah mereka, dengan mengkaji kemungkinan lokasi TPS baru untuk warga di sana.
Plh Kepala DLH Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran menyampaikan, awalnya sudah ada TPS baru di Kawasan Muharto. Namun titik itu digunakan untuk tempat hunian. Hingga akhirnya, masyarakat membuang sampah di pinggir jalan yang lokasinya berada di depan rumah warga.
”Karena di lokasi itu menumpuk sampah, akhirnya petugas DLH mengambil di sana. Ke depan kami akan mempertimbangkan TPS khusus di Muharto,” jelasnya. Sebagai langkah jangka pendek, DLH meningkatkan jam pembersihan sampah. Artinya, pengakuan sampah akan berjalan lebih intensif lagi.
Raymond telah menginstruksikan, pengangkutan sampah tidak lebih dari satu jam. Sehingga tidak menimbulkan kemacetan atau ketidaknyamanan bagi warga yang melintas. ”Maksimal jam 11 pagi sudah harus bersih. Agar tidak terjadi antrean di sana,” tandasnya.
DLH mengupayakan, lokasi TPS Muharto tidak terlalu jauh dari titik yang ada sekarang. Sehingga warga bisa diarahkan ke tempat tersebut. Menurutnya, saat terlalu jauh, dikhawatirkan masyarakat tetap membuang sampah di lokasi saat ini.
”Kemungkinan di sepanjang Jalan Muharto sampai Polehan. Kami akan mencari apakah ada aset Pemkot Malang yang tersedia,” terang Raymond. Selain digunakan warga Muharto, TPS itu nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat yang ada di Kelurahan Jodipan.
Anggota Komisi C DPRD Kota Malang Arief Wahyudi menyayangkan TPS liar di depan rumah warga. Karena selain mengganggu arus kendaraan, juga menimbulkan ketidaknyamanan bagi pemilik rumah. Menurutnya, saat memungkinkan, pemkot bisa membeli rumah tersebut.
”Rumah itu dijual, sehingga sekalian saja dibeli. Agar DLH tidak perlu pusing tentang lahan,” tuturnya. Dia menekankan, pembelian lahan ini utamanya untuk kepentingan masyarakat. Sama seperti pembelian lahan yang digunakan sebagai kantong parkir di Kajoetangan Heritage. (adk/gp)
Editor : Galih R Prasetyo