Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tambah Sisi Edukasi, Museum Pendidikan Kota Malang Punya Tiga Koleksi Baru

Andika Satria Perdana • Selasa, 7 Juli 2026 | 19:04 WIB
EDUKATIF: Koleksi terkait DNA manusia dihadirkan di Museum Pendidikan di Jalan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, sejak beberapa waktu lalu. (Darmono/Radar Malang)
EDUKATIF: Koleksi terkait DNA manusia dihadirkan di Museum Pendidikan di Jalan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, sejak beberapa waktu lalu. (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Koleksi Museum Pendidikan di Jalan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang bertambah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang menambahkan koleksi dengan tema yang lebih modern. Seperti silsilah dalam keluarga, DNA (Deoxyribonucleic Acid) manusia, hingga susunan tata surya. 

Sebelumnya, Museum Pendidikan menampilkan periodisasi sejarah Kota Malang. Mulai dari masa kerajaan, perang dunia pertama, perang dunia ketiga, hingga saat Kota Malang ditetapkan sebagai kota pendidikan pada 1969.

Edukator Museum Pendidikan Marta Handayani menjelaskan, koleksi baru berada di sisi timur. Tujuan penambahan koleksi itu agar museum tidak sekadar mengenang masa lalu saja. Namun juga ada sisi edukasi yang lainnya. 

Dia mencontohkan koleksi bertema silsilah keluarga dalam budaya Jawa yang memiliki tujuh tingkatan. Mulai dari anak, putu, buyut, canggah, wareng, udheg-udheg, gantung siwur. ”Jadi ini merupakan edukasi interaktif melalui foto. Anak-anak bisa merasakan menjadi buyut atau canggah,” jelasnya. 

Tema kedua yang dihadirkan adalah DNA. Marta menjelaskan, fitur tersebut bisa menggambarkan bagaimana proses terbentuknya sifat hingga kondisi fisik seorang anak. ”Ada contoh penggabungan antar DNA sampai akhirnya bisa membentuk sifat seseorang,” tutur dia.

Tema menarik lainnya tentang susunan tata surya. Menggambarkan posisi bumi dengan planet lain. Seperti Venus, Merkurius, hingga Mars. Pada tema tersebut, juga ditampilkan gambaran planet itu berdasar warna dan jaraknya dari bumi. ”Kami juga menghadirkan globe ukuran besar,” kata dia. 

Marta menerangkan, pengunjung museum pendidikan mayoritas merupakan pelajar TK hingga SMP. Biasanya mereka datang secara rombongan, dengan jumlah 60 sampai 100 siswa. 

Karena ruangan yang terbatas, pihaknya mengimbau sekolah mengirim surat kunjungan kepada disidkbud sebelum berkunjung. Maksimal H-7 sebelum hari kunjungan. ”Jam kunjungan mulai jam 9 pagi sampai 4 sore,” pungkas Marta. (adk/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
#museum pendidikan kota malang #disdikbu kota malang #koleksi museum #Museum Pendidikan