Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bus Trans Jatim Koridor II Bakal Libatkan Sopir Angkot, Kompetensi Setiap Personel Akan Dinilai

Nabila Amelia • Selasa, 7 Juli 2026 | 18:06 WIB
DIMATANGKAN: Sejumlah penumpang antre untuk naik Bus Trans Jatim di Jalan Basuki Rahmat atau koridor Kajoetangan, kemarin (6/7). (Nabila Amelia/Radar Malang)
DIMATANGKAN: Sejumlah penumpang antre untuk naik Bus Trans Jatim di Jalan Basuki Rahmat atau koridor Kajoetangan, kemarin (6/7). (Nabila Amelia/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Penambahan koridor dua Bus Trans Jatim bakal melibatkan sopir angkutan kota (angkot). Sebelum dilibatkan, mereka bakal dianalisis sesuai kompetensinya masing-masing.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang R Widjaja Saleh Putra mengatakan, langkah itu juga diterapkan sebelum koridor satu beroperasi.

”Misalnya saja, ada lima sopir angkot. Nah mereka bisa dilibatkan untuk menjadi SDM (Sumber Daya Manusia) di layanan koridor dua dengan job desk yang berbeda-beda,” ucap Jaya.

Dari mekanisme analisis kompetensi itu, bisa diketahui SDM yang pas untuk petugas kebersihan, admin, sopir, dan lain sebagainya. Contohnya di operasional Bus Trans Jatim koridor satu. Ada mantan ketua trayek MM kini dilibatkan menjadi salah satu pengemudi bus.

Namun, keterlibatan tersebut harus memenuhi persyaratan. Salah satunya, sopir harus memiliki SIM B1 umum. Kemudian, harus menghafal pool hingga titik henti yang tersedia.

”Namun untuk mekanisme scraping pada koridor dua ini kami belum tahu. Karena masih menunggu kepastian armada hingga jalur-jalur mana saja yang dilalui,” terang Jaya. Di samping itu, masih ada permintaan dari para sopir angkot.

Permintaan dari para sopir yang disampaikan ke pihaknya yakni agar Dishub Provinsi Jatim bersama konsorsium yang mengelola koridor satu melakukan evaluasi terlebih dulu.

”Jadi sebenarnya bukan menolak, tapi mereka meminta ada evaluasi dulu,” tegas pejabat eselon II B Pemkot Malang tersebut.

Pihaknya juga berupaya agar seluruh sopir angkot di Kota Malang yang memenuhi persyaratan untuk bisa dilibatkan dalam operasional koridor dua.

Ke depan, Dishub Kota Malang juga berencana melakukan pembahasan lebih lanjut tentang upaya untuk melibatkan para sopir angkot. 

Dengan demikian, tidak ada yang merasa tersisih atau pendapatannya hilang karena kehadiran Bus Trans Jatim. ”Kami sudah minta agar ada diskusi sesegera mungkin,” imbuh Jaya.

Namun sampai sekarang, mereka masih menunggu kesiapan Dishub Provinsi Jatim untuk melakukan pembahasan lanjutan. (mel/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
#angkot malang #bus trans jatim malang #bus trans jatim koridor 2 #sopir angkot #bus Trans Jatim