Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Program Angkot Pelajar Gratis di Kota Malang Bisa Beroperasi Mulai Tahun Ajaran Baru 2026/2027

Andika Satria Perdana • Selasa, 7 Juli 2026 | 14:01 WIB
SEGERA DIJALANKAN: Salah satu angkot melintas di depan SMAN 2 Malang, beberapa waktu lalu. Pemkot Malang tengah melakukan persiapan akhir untuk program angkot pelajar gratis. (Darmono/Radar Malang)
SEGERA DIJALANKAN: Salah satu angkot melintas di depan SMAN 2 Malang, beberapa waktu lalu. Pemkot Malang tengah melakukan persiapan akhir untuk program angkot pelajar gratis. (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Program Buy The Service (BTS) atau angkutan pelajar gratis segera beroperasi. Pemkot Malang memastikan regulasi yang jadi payungnya sudah mendapatkan lampu hijau dari Pemprov Jatim. Saat ini pemkot tinggal mematangkan persiapan akhir. 

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan, perwali tentang angkutan pelajar sudah dikembalikan oleh pemprov. Setelah harmonisasi di sana, regulasi itu bisa diterapkan dan program angkutan pelajar gratis bakal dijalankan. 

”Dalam waktu dekat ini akan dimulai. Kemungkinan bersamaan dengan tahun ajaran baru,” ujar dia, kemarin (6/7). Bila benar, program itu bakal beroperasi mulai pekan depan. Wahyu menyampaikan, saat ini tinggal pembahasan teknis di tingkat perangkat daerah. 

Dia memastikan hal itu tidak akan memakan waktu lama. Sehingga tidak sampai molor hingga Agustus 2026. Di sisi lain, operasional Bus Halokes juga menjadi sorotan. Sebab bus tersebut merupakan program yang sebelumnya dijalankan Pemkot Malang untuk angkutan pelajar. 

Dengan beroperasinya BTS menggunakan angkot, belasan armada bus dan elf milik pemkot itu terancam mangkrak. Menanggapi hal itu, Wahyu menyebut bahwa pihaknya bakal melakukan kajian terlebih dahulu.

Pihaknya akan mengoperasikan angkutan pelajar terlebih dahulu kemudian melakukan evaluasi. Jika memang dibutuhkan tambahan Bus Halokes, ada kemungkinan armada itu kembali dioperasikan. ”Nasib Bus Halokes belum bisa ditentukan sekarang, kami harus melihat setelah angkutan pelajar beroperasi,” tutur dia. 

Sebagai informasi, Bus Halokes Pemkot Malang terdiri dari enam armada bus medium dan tujuh kendaraan tipe elf. Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra membenarkan regulasi angkutan pelajar sudah tidak menjadi kendala. 

Setelah dikembalikan oleh provinsi, kini tinggal diundangkan melalui Bagian Hukum Pemkot Malang. ”Regulasi sudah disetujui, target kami akan beroperasi bulan ini,” kata dia. 

Jaya menerangkan, satu tahapan yang masih perlu diselesaikan adalah mematangkan sistem monitoring. Sebab nanti pengawasan bakal dilakukan secara real-time. Menggunakan aplikasi khusus yang terhubung dengan gawai sopir angkutan pelajar. 

Melalui aplikasi itu, dishub dapat memantau berbagai data operasional secara transparan. Mulai dari posisi kendaraan, jarak tempuh, hingga aktivitas layanan selama beroperasi. Data itu bakal menjadi acuan dalam penyaluran subsidi. (adk/by)

 

Editor : Bayu Mulya Putra
#angkot pelajar gratis #operasional angkot pelajar #angkot kota malang #Kota Malang #angkot pelajar