Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Enam Bulan Pertama 2026, Pemkot Malang Optimistis Catatkan Nilai Investasi Rp 1,5 Triliun

Andika Satria Perdana • Rabu, 8 Juli 2026 | 18:03 WIB
TARGET TINGGI: Salah satu pembangunan hotel baru di Jalan Letjen Sutoyo masih berlangsung. Pembangunan hotel itu menyumbang banyak nilai investasi. (Darmono/Radar Malang)
TARGET TINGGI: Salah satu pembangunan hotel baru di Jalan Letjen Sutoyo masih berlangsung. Pembangunan hotel itu menyumbang banyak nilai investasi. (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Menurut perkiraan Pemkot Malang, nilai investasi yang masuk hingga bulan Juni lalu berkisar Rp 1,5 triliun. Untuk diketahui, target investasi tahun ini senilai Rp 3,3 triliun. 

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) Kota Malang Arif Tri Sastyawan mengatakan, capaian investasi terakhir berada di angka Rp 790 miliar. Itu merupakan penanaman modal selama periode Januari hingga Maret 2026.

Sedangkan data riil hingga akhir bulan Juni masih menunggu rilis resmi dari Pemprov Jatim. Namun, pihaknya optimistis capaian investasi hingga bulan enam pertama tahun ini mencapai Rp 1,5 triliun. ”Dari target Rp 3,3 triliun, pertengahan tahun sudah (tercapai) setengahnya,” terang Arif. 

Pada semester kedua, dia optimistis nilai investasi akan terus meningkat. Sebab pelaporan investasi dari pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) maupun perusahaan tingkat risiko menengah dan tinggi mulai masuk pada periode tersebut. 

Pemkot Malang akan memberikan pendampingan langsung kepada perusahaan yang memiliki potensi investasi besar. Supaya jadwal Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) dilakukan tepat waktu.

”Menjelang triwulan tiga dan empat kami turun ke lapangan, mengumpulkan perusahaan-perusahaan. Kami bantu jika ada kendala dalam pelaporan LKPM,” jelas dia.

Sama seperti sebelumnya, investasi di Kota Malang ditopang tiga sektor utama. Yakni UMKM, sektor kuliner, dan perhotelan. Meski jumlah investasi perhotelan sedikit, namun secara nilai cukup besar. Bisa mencapai ratusan miliar. 

Arif menjelaskan, terdapat sejumlah tantangan dalam mengejar target investasi. Selain kondisi ekonomi yang membuat arus investasi fluktuatif, masih banyak pelaku usaha yang terlambat atau lupa menyampaikan laporan LKPM. Padahal laporan itu menjadi dasar pencatatan realisasi investasi.

”Pelaku usaha wajib melaporkan LKPM sesuai kewajiban per triwulan maupun per semester. Namun ada beberapa yang tidak tertib,” tuturnya. Di sisi lain, Arif memastikan kondisi ketenagakerjaan di Kota Malang masih relatif kondusif. 

Hingga saat ini belum terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang dipicu penurunan investasi. ”Namun kemarin Latar Ijen itu berhenti beroperasi. Itu lumayan jumlah pegawai yang dirumahkan, kemudian memengaruhi nilai investasi,” pungkasnya. (adk/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
#nilai investasi kota malang #investasi #target investasi #Pemkot Malang #Investasi Kota Malang