Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Satu Petugas Sensus Ekonomi Harus Lakukan Survei ke 800 KK

Nahdiatul Affandiah • Kamis, 9 Juli 2026 | 19:01 WIB
TARGET TINGGI: Petugas sensus ekonomi melakukan wawancara terhadap salah satu warga, beberapa waktu lalu. (BPS KOTA MALANG FOR RADAR MALANG)
TARGET TINGGI: Petugas sensus ekonomi melakukan wawancara terhadap salah satu warga, beberapa waktu lalu. (BPS KOTA MALANG FOR RADAR MALANG)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Setiap petugas sensus ekonomi di Kota Malang mendapat target khusus. Dalam kurun waktu 2,5 bulan, tiap petugas harus menyurvei 750 hingga 800 KK. Saat ini progres sensus ekonomi di Kota Malang sudah mencapai 31,79 persen.

Kendala utama petugas yakni banyaknya penduduk yang sulit ditemui saat pagi hari dan siang hari. Sebab mayoritas masyarakat sedang bekerja pada waktu itu. Sehingga waktu kerja petugas sensus menjadi terpangkas mulai siang hingga malam hari saja.

”Kami imbau petugas sensus harus pandai mengatur waktu di lapangan, sebab beban targetnya cukup tinggi,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Umar Sjaifuddin.

Tahun ini ada 401.926 KK yang harus disensus. Dengan rincian 265.599 keluarga dan sisanya pelaku usaha.

Sebagian petugas sensus juga sempat mengalami penolakan dari masyarakat. Alasannya beragam. Ada yang takut penipuan hingga takut terkena pajak.

Namun Umar mengaku sudah memaksimalkan sosialisasi sensus ekonomi itu melalui berbagai pendekatan. Termasuk memberi arahan kepada RT/RW setempat.

”Saya tegaskan kegiatan sensus ekonomi ini tidak berkaitan dengan pajak dan bukan program dadakan,” lanjut Umar. Sebab sensus itu memang agenda rutin yang dilakukan tiap 10 tahun sekali.

Apabila ada masyarakat yang takut dengan penipuan, pihaknya sudah membekali petugas dengan rompi hitam, name tag yang disertai barcode hingga surat tugas.

Beberapa masyarakat juga ragu dengan keamanan data yang mereka serahkan kepada petugas sensus. Umar menyebut, perlu dipahami bahwa sensus ekonomi tahun ini sudah dirancang untuk melindungi kerahasiaan tiap responden. Untuk itu, data tiap responden sudah dilindungi kerahasiaannya sesuai undang-undang yang berlaku.

”Nanti hasil sensus ekonomi yang disebar juga berupa data gabungan atau agregat saja, tidak terperinci tiap responden,” papar dia. Selain itu, sensus kali ini juga dilakukan untuk kepentingan statistik semata. Tidak ada hubungannya dengan pajak dan bantuan sosial. 

Umar berharap masyarakat Kota Malang bisa lebih kooperatif untuk menyampaikan informasi dengan benar. Sebab hasil sensus ekonomi tahun ini cukup penting untuk digunakan banyak pihak.

 Terutama bagi pemerintah dalam mengambil keputusan kebijakan ekonomi dan pengusaha dalam mengarahkan langkah bisnis ke depannya. (aff/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
#sensus ekonomi #sensus ekonomi kota malang #petugas sensus #BPS Kota Malang