MALANG KOTA, RADAR MALANG - Proyek pembangunan jalan di Pasar Induk Gadang sudah berjalan satu bulan. Fokus saat ini masih diarahkan pada pembangunan saluran drainase. Targetnya seluruh pengerjaan proyek di sisi selatan selesai dalam waktu dua bulan.
Sebagai informasi, proyek perbaikan jalan di sana dimulai pada 15 Juni lalu. Untuk tahap pertama, pembangunan dilakukan di sisi selatan. Dimulai dengan pengerjaan drainase, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan jalan. Skema itu juga akan digunakan di sisi utara.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUPRPKP Kota Malang Kristian Bagus Muryanto menjelaskan, meski fokus utama masih drainase, tahap pembangunan jalan juga sudah dimulai. Untuk awalan, dilakukan pengerjaan minor yakni fondasi jalan.
Progresnya hingga pekan kemarin dilaporkan telah menyentuh tiga persen. Pemkot optimistis pengerjaan proyek sesuai target. ”Untuk progres drainase tidak ada angka khusus. Secara keseluruhan perkembangan pembangunan sudah tiga persen,” ujar Bagus.
Sementara itu, Kepala DPUPRPKP Kota Malang Dandung Djulharjanto menyampaikan bahwa idealnya pengerjaan di sisi selatan memang berjalan dua bulan. Itu untuk mengejar target seluruh proyek pembangunan bisa selesai bulan November 2026. ”Jadi sisi selatan dua bulan, kemudian sisi utara dua bulan,” terangnya.
Dandung mengatakan, pembangunan di sisi selatan juga masih menunggu relokasi sisa pedagang di bagian barat. Untuk itu, pada bulan pertama ini pihaknya akan memaksimalkan pengerjaan di bagian timur. Pembangunan drainase akan beriringan dengan pembangunan jalan baru.
Total pengerjaan drainase dan perbaikan jalan di PIG sepanjang 574 meter. Diameter drainase berukuran panjang satu meter dan lebar satu meter. Sedangkan untuk konstruksi jalan di depan pasar akan menggunakan rigid beton.
”Untuk sebagian ruas di Simpang Empat Gadang dan ruas di samping Jembatan Gadang menggunakan aspal biasa,” tuturnya. Sesuai kontrak, pengerjaan harus selesai pada 8 Desember 2026, atau dalam 172 hari. Namun instruksi dari kepala daerah, pelaksanaan proyek harus selesai pertengahan November.
Tujuannya agar sisa waktu busa digunakan untuk perbaikan. ”Sementara ini belum ada percepatan pengerjaan. Ke depan memungkinkan bisa dilaksanakan siang dan malam,” pungkasnya. (adk/by)
Editor : Bayu Mulya Putra