Tunggakan Gaji Tak Kunjung Dibayar, Puluhan Karyawan RSI Unisma Pilih Resign

Nahdiatul Affandiah • Dipublikasikan Jumat, 17 Juli 2026 | 18:03 WIB
MASALAH BELUM TUNTAS: Kegiatan operasional masih terlihat di RSI Unisma, kemarin (16/7). (Nahdiatul Affandiah/Radar Malang)
MASALAH BELUM TUNTAS: Kegiatan operasional masih terlihat di RSI Unisma, kemarin (16/7). (Nahdiatul Affandiah/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Problem tunggakan gaji ratusan karyawan RSI Unisma belum mereda. Sampai kemarin (16/7), belum ada kejelasan terkait gaji karyawan yang tertahan. Menyikapi itu, lebih dari 50 karyawan kabarnya memilih resign atau mengundurkan diri. 

Estimasi jumlah itu tercatat dalam kurun tiga bulan. Mayoritas karyawan yang mengundurkan diri adalah pegawai kontrak baru. Mereka berasal dari berbagai macam divisi. Mulai dari perawat, operasional, hingga karyawan poli. 

”Ada juga yang dua bulan lagi pensiun dan memutuskan mengajukan pensiun dini, tapi ditolak,” ujar Mulyono (bukan nama sebenarnya), salah satu pegawai di RSI Unisma. Akhirnya, dia menyebut bahwa karyawan tersebut memilih mengundurkan diri. Risikonya, dia tidak mendapat pesangon dari pensiunnya.

Dia mengaku bahwa karyawan mulai pesimistis karena gaji pensiun juga tidak dibayarkan dengan layak. Ada satu karyawan yang pensiun bulan lalu dan haknya berkisar Rp 60 juta. Namun pihak RSI Unisma hanya bisa mencicil Rp 1 juta per bulan.

Menanggapi pengunduran diri para karyawan itu, Manajemen RSI Unisma tak bisa berbuat banyak. Mereka menghormati setiap keputusan yang dibuat karyawannya. ”Namun kami belum menghitung berapa total yang mengundurkan diri,” ujar Kepala Bidang Pelayanan Hukum-HRD RSI Unisma Nofa Diana.

Saat ini, pihaknya fokus menambal sulam posisi yang ditinggalkan karyawannya. Tentu dengan memanfaatkan sumber daya manusia (SDM) yang masih bertahan. Pihaknya juga fokus mengoptimalkan tenaga kerja yang tersedia sembari mencari jalan keluar untuk memenuhi hak-hak karyawan.

Seperti diberitakan sebelumnya, RSI Unisma terlibat perselisihan gaji dengan karyawannya sejak bulan September 2024. Saat itu keuangan rumah sakit memang tidak stabil karena mengambil terlalu banyak utang untuk membangun gedung baru. Namun saat pelunasan kepada bank, RSI Unisma banyak mengalami kendala karena ada penurunan pasien. 

Total gaji karyawan yang belum dibayarkan senilai Rp 3,2 miliar. Nominal itu untuk gaji bulan November dan Desember 2025. Serta, gaji bulan Maret dan April tahun 2026. Sejak saat itu, beberapa karyawan mulai mengajukan pengunduran diri meski gaji mereka masih belum dibayarkan. 

Karyawan yang mengundurkan diri hanya diberi surat pernyataan nominal gaji yang belum terbayarkan. Juga ada janji bahwa rumah sakit bakal melunasinya. Namun belum ada batas akhir pelunasan tunggakan gaji itu bakal diselesaikan. (aff/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
tunggakan gaji tunggakan gaji karyawan RSI Unisma berita kesehatan rsi unisma