Rencananya, KDMP menjadi pangkalan utama barang subsidi di tingkat desa. Barang subsidi itu bisa didistribusikan lagi kepada warung-warung tradisional. Dengan rantai pasokan yang tidak terlalu panjang, harapannya harga yang diterima masyarakat baik melalui KDMP maupun warung-warung tradisional bisa lebih terjangkau.
Menteri Pertanian RI Dr Ir H Andi Amran Sulaiman M P dalam lawatannya ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kemarin menuturkan, keputusan itu dirumuskan agar barang subsidi lebih cepat sampai kepada masyarakat. Harapannya agar harga distribusi bisa dipangkas lagi. ”Bagus, itu memang tujuan utamanya untuk memutus rantai pasok,” ujar dia.
Amran juga menjelaskan tahun ini bahan pokok banyak yang memiliki stok melimpah. Seperti jumlah stok beras di Perum Bulog secara nasional mencapai 5,2 juta ton. Itu merupakan capaian tertinggi stok beras sepanjang sejarah sejak Indonesia merdeka.
“Kami proyeksikan stok itu bisa cukup hingga tahun depan,” lanjut Amran. Ke depan tinggal membenahi distribusinya saja dengan mempersingkat waktu penyaluran. Dengan begitu bisa menghemat waktu, tenaga, hingga biaya distribusi.
Baca Juga: Waduh, KDMP di Malang Masih Dilarang Mengoperasikan Armada Bantuan Pusat
Tak hanya swasembada beras yang dinilai berhasil, Amran juga menuturkan kesejahteraan petani ikut meningkat. Mulai dari harga jual hasil panen yang berhasil dijaga hingga tetap stabil. Hingga harga kebutuhan pokok seperti pupuk subsidi yang tersampaikan tepat sasaran.
Dalam kunjungannya ke UMM kemarin, Amran sekaligus menjadi pembicara dalam agenda Studentpreneur Bootcamp 2026 yang diikuti ratusan mahasiswa. Di depan jajaran anak muda itu, Amran menuturkan pentingnya membangun integritas dan relasi sejak dini ketika terjun di dunia entrepreneur.
Baca Juga: Mayoritas KDMP di Kabupaten Malang Belum Punya Gerai
Sekaligus membagikan pengalamannya mengembangkan racun tikus merek Tiran yang sudah digelutinya sejak tahun 1988 dan dihakpatenkan pada 1995. (aff/by)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang