Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Persingkat Rantai Pasokan, Koperasi Merah Putih Jadi Distributor Tunggal Barang Subsidi

Nahdiatul Affandiah • Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:34 WIB
SAMPAIKAN PERKEMBANGAN: Rektor UMM Prof Dr Nazaruddin Malik SE MSi (kiri) menyambut Menteri Pertanian RI Dr Ir H Andi Amran Sulaiman MP di GKB 4, UMM kemarin (17/7). (Darmono/Radar Malang)
SAMPAIKAN PERKEMBANGAN: Rektor UMM Prof Dr Nazaruddin Malik SE MSi (kiri) menyambut Menteri Pertanian RI Dr Ir H Andi Amran Sulaiman MP di GKB 4, UMM kemarin (17/7). (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Tugas Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai penggerak ekonomi desa bertambah. Program dari Presiden Prabowo Subianto itu ditunjuk menjadi distributor tunggal bahan-bahan bersubsidi pemerintah. Mulai dari beras, pupuk, hingga minyak, dan LPG melon.

Rencananya, KDMP menjadi pangkalan utama barang subsidi di tingkat desa. Barang subsidi itu bisa didistribusikan lagi kepada warung-warung tradisional. Dengan rantai pasokan yang tidak terlalu panjang, harapannya harga yang diterima masyarakat baik melalui KDMP maupun warung-warung tradisional bisa lebih terjangkau.

 

STUDENTPRENEUR BOOTCAMP 2026: Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman (kanan) berinteraksi dengan dua mahasiswi di sela-sela menyampaikan keynote speech di UMM, kemarin.
STUDENTPRENEUR BOOTCAMP 2026: Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman (kanan) berinteraksi dengan dua mahasiswi di sela-sela menyampaikan keynote speech di UMM, kemarin.

Menteri Pertanian RI Dr Ir H Andi Amran Sulaiman M P dalam lawatannya ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kemarin menuturkan, keputusan itu dirumuskan agar barang subsidi lebih cepat sampai kepada masyarakat. Harapannya agar harga distribusi bisa dipangkas lagi. ”Bagus, itu memang tujuan utamanya untuk memutus rantai pasok,” ujar dia.

Amran juga menjelaskan tahun ini bahan pokok banyak yang memiliki stok melimpah. Seperti jumlah stok beras di Perum Bulog secara nasional mencapai 5,2 juta ton. Itu merupakan capaian tertinggi stok beras sepanjang sejarah sejak Indonesia merdeka.

“Kami proyeksikan stok itu bisa cukup hingga tahun depan,” lanjut Amran. Ke depan tinggal membenahi distribusinya saja dengan mempersingkat waktu penyaluran. Dengan begitu bisa menghemat waktu, tenaga, hingga biaya distribusi.

Baca Juga: Waduh, KDMP di Malang Masih Dilarang Mengoperasikan Armada Bantuan Pusat

Tak hanya swasembada beras yang dinilai berhasil, Amran juga menuturkan kesejahteraan petani ikut meningkat. Mulai dari harga jual hasil panen yang berhasil dijaga hingga tetap stabil. Hingga harga kebutuhan pokok seperti pupuk subsidi yang tersampaikan tepat sasaran.

Dalam kunjungannya ke UMM kemarin, Amran sekaligus menjadi pembicara dalam agenda Studentpreneur Bootcamp 2026 yang diikuti ratusan mahasiswa. Di depan jajaran anak muda itu, Amran menuturkan pentingnya membangun integritas dan relasi sejak dini ketika terjun di dunia entrepreneur. 

Baca Juga: Mayoritas KDMP di Kabupaten Malang Belum Punya Gerai

Sekaligus membagikan pengalamannya mengembangkan racun tikus merek Tiran yang sudah digelutinya sejak tahun 1988 dan dihakpatenkan pada 1995. (aff/by)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
Distributor Tunggal lpg melon KDMP UMM