Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

27.710 Warga Kota Malang Menganggur

Nahdiatul Affandiah • Minggu, 19 Juli 2026 | 11:51 WIB
Angkatan kerja di Kota Malang
Angkatan kerja di Kota Malang

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Jumlah warga Kota Malang yang masuk kategori pengangguran cukup banyak. Itu bisa dilihat dari data angkatan kerja 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Februari lalu. Tercatat ada 486.794 penduduk yang masuk kategori angkatan kerja. 

Rinciannya, ada 459.084 warga yang tercatat bekerja. Sementara sisanya ada 27.710 yang masuk kategori pengangguran. Total angka pengangguran itu paling banyak disumbang angkatan kerja lulusan sekolah menengah atas. Totalnya mencapai 11.356. Disusul pengangguran dari lulusan perguruan tinggi sebanyak 6.491 orang.

Kepala BPS Kota Malang Umar Sjaifuddin menuturkan, perhitungan angkatan kerja itu berdasar pendidikan tertinggi yang ditamatkan penduduk berusia 15 tahun ke atas. Mereka juga dicek melalui kegiatan selama seminggu sebelumnya untuk memverifikasi pernyataan. ”Misal ada yang mengaku bekerja, kami verifikasi aktivitasnya seminggu ke belakang apa sesuai dengan yang dilaporkan,” ujar dia.

Pengangguran tertinggi memang disumbang lulusan SMA/SMK. Namun jenis pengangguran jenjang itu memiliki kualifikasi beragam. Ada yang memang belum mendapat kesempatan kerja. Ada juga yang memilih gap year atau menunggu daftar kuliah pada tahun berikutnya. 

Berdasar pengamatan tracer study (studi pelacakan jejak alumni) dari tahun ke tahun, lulusan SMA, baik swasta maupun negeri di Kota Malang lebih banyak mendaftar kuliah. Persentasenya mencapai 80 persen. ”Sisanya ada yang memilih gap year atau terjun ke dunia usaha,” kata Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan Kota Malang-Kota Batu Asrofi.

Sifat lulusan SMA sedikit berbeda dengan lulusan SMK. Di Kota Malang, sebanyak 60 persen lulusan SMK langsung bekerja sesuai keahlian yang dipelajari. Sisanya ada yang lanjut studi atau terjun ke dunia wirausaha. 

Angka pengangguran yang cukup tinggi juga disumbang dari lulusan perguruan tinggi. Di Universitas Negeri Malang (UM), tiap tahunnya bisa meluluskan sekitar 7 ribu sarjana. Hanya saja tak semua lulusan langsung terserap dunia kerja.

Tiap tahun hanya 90 persen lulusan di UM yang mengisi tracer study. Hasil rata-ratanya, sebanyak 43,31 persen lulusan UM langsung terserap dunia kerja. ”Kalau masa tunggunya lulusan UM membutuhkan waktu 1 sampai 12 bulan untuk diterima di dunia kerja,” ujar Prof Dr H Ibrahim Bafadal MPd, Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni UM. 

Sementara 56,69 persen sisanya terbagi menjadi berbagai macam lulusan. Ada yang memilih lanjut studi, menunggu kesempatan diterima kerja, hingga terjun di dunia wirausaha. Kondisi berbeda terjadi di UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang. 

Jumlah lulusan yang diterima kerja sedikit lebih banyak, yakni 60,95 persen. Masa tunggu sarjana UIN Maliki Malang untuk diterima sama 1 sampai 12 bulan. ”Sisanya juga banyak yang wirausaha atau lanjut studi. Namun beberapa lulusan lain ada yang masih menunggu kesempatan kerja,” ujar Kepala Pusat Career Development Center (CDC) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Dr Ahmad Ghozi M A. (aff/by)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
penduduk Kota Malang malang Kerja Pengangguran